Guru Honorer di Ciamis Ikut Demo Tolak Penerimaan CPNS

Ratusan honorer di Kabupaten Ciamis, melakukan aksi demonstrasi ke kantor DPRD dan Setda Ciamis, Setelah melakukan aksi cap jempol darah pada hari Rabu (19/8/2018). Mereka menolak penerimaan CPNS Umum, yang pengumuman formasinya dibuka mulai 19 September 2018.

Para honorer ini juga menuntut agar segera diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), karena sudah belasan tahun mengabdi namun merasa tidak ada penghargaan dari Pemerintah.

Sebagaimana telah diketahui dalam Permen-PAN RB Nomor 36 dan 37 Tahun 2018, disebutkan, usia pendaftar rekrutment CPNS paling tua 35 tahun.

Ratusan honorer berkumpul di depan kantor Kelurahan Ciamis, kemudian melakukan long march di jalan Ir H Juanda menuju kantor DPRD Ciamis. Di halaman DPRD mereka melakukan orasi meminta kepada wakil rakyat untuk ikut memperjuangkan nasib mereka. Honorer yang ikut dari berbagai instansi, terutama yang paling banyak dari guru dan kesehatan.

Dalam aksi itu honorer juga menagih insentif yang sempat dijanjikan akan diberikan kepada honorer sebesar Rp400 ribu per bulan. Namun sampai saat ini belum terealisasi.

Massa kemudian melakukan aksi long march menuju Taman Lokasana lalu ke Jalan Jendral Sudirman hingga sampai ke Pendopo Ciamis sejauh sekitar 2 kilometer.

“Kami meminta kepada pemerintah untuk segera mengangkat honorer menjadi PNS,” ujar perwakilan aksi Any Radiani yang merupakan tenaga honorer K2 di Kelurahan.

Menurutnya, alasan honorer K2 menolak CPNS umum karena adanya penyekat batas usia dalam persyaratan maksimal 35 tahun. Sementara honorer K2 umumnya berusia 35 tahun ke atas.

Berikut Video demo Honorer di Ciamis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *