Pelaksanaan Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan 2015

Benarkah untuk mendapatkan sertifikat pendidik guru harus menempuh PPGJ (Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan) selama 2 semester?

Pada tahun 2015, pelaksanaan sertifikasi guru akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. menurut data guru pada metode NUPTK, masih ada sekitar 500 ribu guru dalam jabatan yang belum memiliki akta pendidik. Pada umumnya guru-guru tersebut diangkat menjadi guru setelah Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) ditetapkan.

Pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan tersebut akan menggunakan kriteria beban berguru sesuai Permendiknas Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pendidikan Profesi bagi Guru Dalam Jabatan, bahwa guru mesti meninggalkan kelas/pembelajaran selama 2 semester untuk menempuh beban belajar 36 SKS.

Dengan memikirkan bahwa guru dalam jabatan tidak diperkenankan meninggalkan tugas mengajar selama mengikuti sertifikasi guru, maka pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan mengalami beberapa penyesuaian tanpa mengurangi mutu lulusan.

Penyesuaian yang dimaksud ialah :

  1. Rekognisi pembelajaran lampau (RPL),
  2. Durasi workshop/pelatihan di LPTK dimampatkan hingga hanya 16 hari,
  3. Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di sekolah masing-masing selama 2 (dua) bulan,
  4. Ujian akhir dilaksanakan di sekolah.

Secara garis besar alur yang harus dilalui guru untuk mendapatkan akta pendidik ditahun 2015 ialah sebagai berikut :

  1. Guru kandidat peserta sertifikasi guru melalui PPGJ mengikuti seleksi manajemen yang dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.

  2. Semua guru kandidat akseptor sertifikasi guru lewat PPGJ yang telah memenuhi standar manajemen diikutkan dalam seleksi akademik berbasis data hasil Uji Kompetensi (UKA dan UKG).

  3. Bagi akseptor yang lulus seleksi akademik dilanjutkan dengan penyusunan RPL(rekognisi pembelajaran lampau). Baca : Tahapan penyusunan dan pengumpulan RPL (rekognisi pembelajaran lampau).

  4. Bagi guru yang sudah mempunyai RPL setara dengan 10 SKS atau lebih ditetapkan sebagai penerima workshop di LPTK. Sedangkan guru yang sudah meraih sekurang-kurangnya 7 SKS mampu melengkapi kekurangan RPL tersebut dengan durasi waktu optimal 20 hari sejak diumumkan.

  5. Workshop dijalankan selama 16 hari (168 JP) di LPTK mencakup kegiatan pendalaman bahan, pengembangan perangkat pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas (PTK)/Penelitian Tindakan layanan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dan peer teaching/peer counceling yang diakhiri dengan ujian tulis formatif (UTF) dengan instrumen yang disusun oleh LPTK penyelenggara. Peserta sertifikasi guru melalui PPGJ yang lulus UTF akan dilanjutkan dengan melaksanakan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di sekolah daerah guru bertugas. Bagi akseptor sertifikasi guru lewat PPGJ yang tidak lulus UTF, diberi peluang mengikuti UTF ulang maksimum 2 (dua) kali dan apabila tidak lulus sehabis 2 (dua) kali mengikuti cobaan ulang, dikembalikan ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota untuk memperoleh pembinaan dan dapat eksklusif diusulkan kembali untuk mengikuti workshop pada tahun selanjutnya.
  6. Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) dikerjakan di sekolah selama 2 bulan (di luar libur antar semester) dengan acara-kegiatan sesuai peran pokok guru yang mencakup penyusunan perangkat pembelajaran (RPP/RPPBK), melaksanakan proses pembelajaran/layanan konseling/layanan TIK, implementasi PTK/PTBK, melaksanakan penilaian, pembimbingan, dan acara persekolahan lainnya. Pelaksanaannya mengacu pada rambu- rambu PKM yang dibahas secara tersendiri. Baca : Pedoman Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM)
  7. Peserta sertifikasi guru melalui PPGJ yang lulus uji kinerja dan UTN akan memperoleh akta pendidik, sedangkan peserta yang belum lulus, diberi kesempatan mengulang sebanyak 2 (dua) kali untuk cobaan yang belum menyanggupi syarat kelulusan. Bagi akseptor yang tidak lulus pada ujian ulang kedua, peserta dikembalikan ke dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota untuk menemukan training dan dapat diusulkan mengikuti PKM tahun berikutnya.

Sumber : Buku 1-pemikiran penetapan akseptor sertifikasi guru 2015


Posted

in

by

Tags: