Penilaian Prestasi Kerja Pns (Guru)

Mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2011 bahwa mulai 1 Januari 2014 Penilaian Prestasi Kerja untuk seluruh pegawai negeri sipil (PNS) sudah berlaku. Penilaian prestasi kerja PNS bermaksud untuk menjamin objektivitas pelatihan PNS yang dikerjakan berdasarkan metode prestasi kerja dan metode karier yang dititikberatkan pada tata cara prestasi kerja.

Penilaian prestasi kerja PNS ialah suatu proses evaluasi secara sistematis yang dilaksanakan oleh pejabat penilai terhadap target kerja pegawai dan perilaku kerja PNS. Sedangkan prestasi kerja yaitu hasil kerja yang dicapai oleh setiap PNS pada satuan organisasi yang meliputi dua hal yakni:

  1. Sasaran kerja pegawai (SKP) adalah planning kerja dan sasaran yang hendak diraih oleh seorang PNS yang sudah disusunnya diawal tahun serta dinilai diakhir tahun, cara menyusun SKP mampu dipelajari pada Menyusun SKP (Sasaran Kerja Pegawai) PNS Guru, dan Cara menilai dapat di pelajari pada Menilai SKP yang
  2. Perilaku kerja. (Baca : Penilaian perilaku kerja)

Nilai prestasi kerja PNS dinyatakan dengan angka dan sebutan sebagai berikut :

91 – ke atas     : sangat bagus

76 – 90             : baik

61 – 75             : cukup

51 – 60             : kurang

50 ke bawah    : buruk

Penilaian prestasi kerja PNS dilaksanakan oleh Pejabat Penilai sekali dalam 1 (satu) tahun yang dilakukan setiap simpulan Desember pada tahun yang bersangkutan atau paling lama tamat

Januari tahun berikutnya. Penilaian prestasi kerja PNS terdiri atas bagian:

  1. SKP dengan bobot nilai 60% (enam puluh persen),
  2. Perilaku kerja dengan bobot nilai 40% (empat puluh persen).

Hasil penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan selaku dasar usulanpenetapan keputusan kebijakan training, karier Pegawai Negeri Sipil, yang berkaitan dengan:

    1. Bidang PekerjaanPenilaian prestasi kerja pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan selaku dasar usulandalam kebijakan perencanaan kuantitas dan kualitas sumber daya insan pegawai Negeri sipil, serta aktivitas perancangan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil dalam organisasi.
    2. Bidang Pengangkatan dan PenempatanPenilaian prestasi kerja pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan selaku dasar usulandalam proses rekrutmen, seleksi, dan penempatan Pegawai Negeri sipil dalam jabatan, sesuai dengan kompetensi dan prestasi kerjanya.
    3. Bidang PengembanganPenilaian prestasi kerja pegawai Negeri sipil dimanfaatkan selaku dasar usulanpengembangan karier dan pengembangan kesanggupan serta kemampuan Pegawai Negeri Sipil yang berkaitan dengan pola karier dan acara pendidikan dan training dalam organisasi.
    4. Bidang Penghargaanpenilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan santunan penghargaan dengan berbasis prestasi kerja mirip kenaikan pangkat, peningkatan gaji, santunan prestasi kerja, penawaran khusus, atau kompensasi dan lain-lain.
    5. Bidang Disiplinpenilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dimanfaatkan selaku dasar peningkatan kinerja PNS dan keharusan pegawai mematuhi peraturan perundang-usul wacana disiplin PNS.


Posted

in

by