Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Dan Angka Kreditnya

Selain melakukan acara pembelajaran, seorang guru mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pengembangan keprofesian berkesinambungan dengan tujuan memajukan kompetensi dan profesionalisme guru. Pengembangan keprofesian berkesinambungan ialah pengembangan kompetensi guru yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan, secara bertahap, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme guru.

Jenis-jenis kegiatan untuk pengembangan keprofeisan berkesinambungan yang dapat dinilai angka kreditnya yaitu

1 Pengembangan Diri

2 Publikasi Ilmiah

3 Karya Inovatif

Dari ketiga jenis pengembangan keprofesian berkelanjutan tersebut kemudian dalam penilaian untuk peningkatan jabatan digolongkan menjadi subunsur pengembangan diri dan subunsur publikasi ilmiah dan atau karya inovatif, besaran angka kredit minimal tiap subunsur bergantung pada jabatan yang ingin dicapai.

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Pengembangan Diri

Publikasi Ilmiah

Karya Inovatif

Sebagai pola, Bapak dan Ibu Guru memiliki jabatan Guru Pertama kalangan IIIb berkeinginan untuk naik jabatan menjadi Guru Muda kelompok IIIc, maka selain acara pembelajaran yang mesti dipenuhi. Didalamnya termasuk juga harus menghimpun sekurang-kurangnya3 poin angka kredit dari subunsur pengembangan diri, dan 4 poin subunsur publikasi ilmiah dan atau karya kreatif sesuai dengan ketentuan.

Kebutuhan angka kredit seluruh jenjang pangkat dan jabatan guru selengkapnya mampu Bapak dan Ibu guru pahami melalui Angka Kredit untuk Kenaikan Pangkat Guru 

1. Pengembangan Diri

Pengembangan diri yaitu upaya untuk mengembangkan profesionalisme diri agar mempunyai kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-seruan atau kebijakan pendidikan nasional serta pertumbuhan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni.

Beberapa acara yang termasuk dalam pengembangan diri antara lain :

Jenis Pengembangan Diri

Angka Kredit

Bukti Fisik

Diklat Fungsional

Kursus, Pelatihan, Penataran

30 – 80 jam : 1

81 – 180 jam : 2

181 – 480 jam : 3

481 – 640 jam : 6

641 – 960 jam : 9

>960 jam : 15

Surat peran dari kepala sekolah, fotokopi akta yang disahkan, dan laporan acara

Kegiatan kolektif guru

Kegiatan ilmiah, pelatihan, koloqium, diskusi panel

Narasumber : 0,2

Peserta : 0,1

Lokakarya atau musyawarah kerja guru

0,15

Sistematika laporan diklat dikutip dari Buku 4 Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan Angka Kreditnya, meliputi:

Bagian Awal

Memuat  judul  diklat  yang  dibarengi,  informasi  tentang kapan waktu pelaksanaan diklat, di mana kegiatan diklat diselenggarakan, tujuan dari penyelenggaraan diklat, usang waktu pelaksanaan diklat, surat penugasan, penyelenggara/pelaksana diklat, surat kesepakatan dari kepala sekolah/madrasah, serta fotokopi akta atau informasi dari pelaksana diklat.

Bagian Isi

  • Uraian rinci dari tujuan diklat/pengembangan diri yang dijalankan.
  • Penjelasan isi bahan yang disuguhkan dalam diklat/pengembangan diri serta uraian kesesuaian dengan kenaikan keprofesian guru yang bersangkutan.
  • Tindak lanjut yang mau atau telah dilaksanakan oleh guru penerima diklat/pengembangan diri menurut hasil dari mengikuti diklat tersebut.
  • Dampak kepada kenaikan kompetensi guru dalam peningkatan kualitas KBM dan siswanya.
  • Penutup

Bagian Akhir

Lampiran, berupa matrik ringkasan pelaksanaan diklat yang disajikan dengan format :

Dampak diisi dengan pergantian prestasi penerima didik hasil penerapan diklat.

Sistematika laporan acara kolektif guru meliputi :

Bagian Awal

Memuat garis besar isi/bahan acara, waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan dan tujuan pelaksanaan, serta waktu pelaksanaan aktivitas.

Bagian Isi

  • Tujuan dan alasan mengikuti kegiatan
  • penjelasan isi acara
  • tindak lanjut yang mau atau sudah dikerjakan oleh guru
  • imbas terhadap kenaikan kompetensi
  • epilog

Bagian Akhir

Lampiran, terdiri dari makalah yang disajikan dalam aktivitas serta matrik ringkasan pelaksanaan kegiatan kolektif yang disuguhkan dengan format :

Dampak diisi dengan adanya penambahan kompetensi pada guru maupun adanya pergantian acara berguru mengajar dan prestasi akseptor ajar.

2. Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif

Publikasi ilmiah yaitu karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan terhadap masyarakat. Sedangkan Karya inovatif ialah karya hasil pengembangan ilmu wawasan, teknologi, dan/atau seni yang bermanfaat bagi pendidikan dan/ataumasyarakat.

Angka Kredit

Berikut ini penulis sajikan tabel jenis publikasi ilmiah dan karya kreatif yang menjadi syarat untuk kenaikan menuju jabatan dan pangkat guru diikuti dengan angka kredit yang dibutuhkan selaku berikut :

Jabatan Guru Pangkat dan Gol. Ruang Angka Kredit Yang Dibutuhkan Jenis Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif
Guru Pertama Penata Muda, III/a
Penata Muda Tingkat I, III/b
Guru Muda Penata, III/c 4 Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah & karya inovatif
Penata Tingkat I, III/d 6 Bebas pada jenis karya publikasi ilmiah & karya kreatif
Guru Madya Pembina, IV/a 8 Minimal terdapat satu laporan hasil penelitian
Pembina Tingkat I, IV/b 12 Minimal terdapat satu laporan hasil observasi dan satu postingan yang diangkut di jurnal yang ber- ISSN
Pembina Utama Muda, IV/c 12 Minimal terdapat satu laporan hasil observasi dan satu artikel yang diangkut di jurnal yang ber- ISSN
Guru Utama Pembina Utama Madya, IV/d 14 Minimal terdapat satu laporan hasil penelitian dan satu postingan yang dimuat di jurnal yang ber- ISSN dan satu buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber- ISBN
Pembina Utama, IV/e 20 Minimal terdapat satu laporan hasil penelitian dan satu postingan yang dimuat di jurnal yang ber ISSN dan satu buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber- ISBN

Untuk kenaikan pangkat/kelompok mulai III/d dan berikutnya berlaku ketentuan selaku berikut :

  1. Jumlah publikasi yang berbentuk diktat, karya terjemahan, atau tulisan ilmiah terkenal paling banyak tiga buah, buku pedoman guru paling banyak satu buah.
  2. Penulisan laporan penelitian maksimal 2 laporan setiap tahun.
  3. Karya inovatif optimal 50% dari angka kredit yang diharapkan.

Bentuk Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif

Bentuk publikasi ilmiah diantaranya :

  1. Presentasi pada Forum Ilmiah
  2. Publikasi Ilmiah Berupa Hasil Penelitian atau Gagasan Ilmiah Bidang Pendidikan Formal

    – Laporan Hasil penelitian,

    – Makalah Berupa Tinjauan Ilmiah Gagasan atau Pengalaman Terbaik (Best Practice) di Bidang Pendidikan Formal,

    – Tulisan Ilmiah Populer,

    – Artikel Gagasan Ilmiah/Best Practice dalam Bidang Pendidikan.

  3. Publikasi Buku Teks Pelajaran, Buku Pengayaan, dan Buku Pedoman Guru

    – Buku Teks Pelajaran

    – Modul/Diktat pelajaran

    – Buku dalam Bidang Pendidikan

    – Karya Terjemahan

    Buku pedoman guru

Bentuk karya kreatif diantaranya :

  1. Menemukan teknologi sempurna guna
  2. Menemukan/menciptakan karya seni
  3. Membuat/memodifikasi alat pelajaran/Peraga dan Alat Praktikum

    – Alat Pelajaran/Peraga (poster, alat permainan, video pembelajaran)

    – Alat praktikum

  4. Mengikuti pengembangan penyusunan persyaratan, ajaran, soal, dan sejenisnya.


Posted

in

by