Bullying Di Lingkungan Sekolah

Bullying di lingkungan sekolah merupakan penindasan selaku bentuk negatif interaksi sosial yang terjadi di sekolah. Bullying yang juga sering disebut dengan bully mempunyai pengaruh yang mampu sangat serius terhadap kemajuan akseptor asuh. Karena mampu mengganggu perkembangan secara mental dan psikis.

Apa itu Bullying

Bullying yakni sikap bergairah dari seorang atau sekelompok orang sebab ketidakseimbangan kekuasaan atau kekuatan dengan tujuan menindas seorang yang lebih lemah. Bullying bila diartikan kedalam bahasa Indonesia mampu mempunyai arti intimidasi, perundungan atau merisak.

Korban intimidasi ini lazimnya cuma individual sebab sangat susah untuk melakukan intimidasi kedalam suatu golongan, walaupun ini juga bisa terjadi.

Bentuk Bullying di Sekolah

Bentuk-bentuk intimidasi dilingkungan sekolah mampu dicontohkan dalam banyak perkara, namun secara garis besar penulis mengelompokkan menjadi dua bentuk :

  1. Intimidasi ekspresi dapat berupa mengejek, mencemooh, rasial, maupun bahaya. Tujuan intimidasi mulut agar korban menjadi dikucilkan atau dijauhi akseptor asuh lain.
  2. Intimidasi fisik mampu berupa langkah-langkah memukul, menendang, mendorong, meludah, menggoda, melecehkan. Tujuan intimidasi fisik ini umumnya semoga korban melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan pelaku.

Pelaku Bullying

Pelaku Intimidasi ini mampu dikategorikan menjadi dua yaitu :

  1. Intimidasi yang dilaksanakan sekelompok peserta latih, biasanya perlakuan intimidasi secara kelompok ini dikerjakan pada sekolah-sekolah tingkat atas karena anak usia ini lazimnya senang berkelompok. Tujuan dari intimidasi kalangan ini untuk menunjukkan bahwa kelompoknya yang lebih atau paling mayoritas.
  2. Intimidasi yang dikerjakan perorangan ini lazimnya dijalankan pada tingkat sekolah dasar yang ingin memperlihatkan eksistensi diri penerima didik terhadap penerima didik yang lain.

Meskipun demikian, seiring dengan perkembangan teknologi sehingga akseptor latih mampu mengakses tontonan maupun tuntunan yang kurang patut maka intimidasi kalangan ini juga bisa terjadi pada tingkat sekolah dasar.

Ciri-Ciri Pelaku dan Korban

Secara umum pelaku maupun korban bullying ini kadang kala sulit dikenali. Penyebabnya selain karena teman bisa juga sebab.

Pelaku maupun korban intimidasi ini dapat dilihat dari tingkah laku yang ditunjukkan secara umum. Ciri-ciri pelaku biasanya memperlihatkan sikap yang dominan dan angkuh, sedangkan korban intimidasi lazimnya memberikan sikap dan tingkah laku penyendiri, pendiam, dan mengasingkan diri.

Mengatasi bullying di lingkungan sekolah

Mencegah

Peserta didik perlu diberikan wawasan ihwal imbas langkah-langkah bullying serta akibat yang mampu ditimbulkan. Akhibat ini mampu memiliki pengaruh pada korban maupun pelaku. Untuk memperkuat wawasan juga perlu diajarkan pendidikan kebijaksanaan pekerti kepada penerima asuh.

Orang tua penerima bimbing juga mampu menunjukkan masukan kepada guru kalau mengenali anaknya atau anak lain menjadi korban maupun berpeluang menjadi korban.

Menindaklanjuti

Guru mampu melaksanakan pemantauan terhadap peserta ajar yang memiliki kepribadian yang janggal. Hasil pantauan guru berdasarkan ciri-ciri pelaku maupun korban diatas dapat menjadi bahan untuk menawarkan pendampingan kepada seluruh akseptor didik.

Sekolah dalam lingkup yang lebih luas juga dapat menegakkan aturan dan disiplin melalui acuan-teladan kebiasaan baik yang mampu menjauhkan tindakan intimidasi ini dari seluruh akseptor bimbing.


Posted

in

by