Fatwa Menyusun Soal Pilihan Ganda

Menyusun soal pilihan ganda banyak dipilih untuk mengukur kemampuan kognitif siswa. Salah satu alasannya karena mampu diskor dengan mudah dan cepat. Selain itu memiliki objektivitas yang tinggi.

Meskipun demikian dalam menyusun soal pilihan ganda bukan merupakan hal yang gampang. Dalam menyusun soal opsi ganda mesti memperhatikan 4 faktor yang dijabarkan kedalam beberapa poin diantaranya:

Baca Juga : Download Buku Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Terbaru

Materi

  1. Soal harus sesuai dengan indikator.

    Soal harus menanyakan perilaku dan bahan yang hendak diukur sesuai dengan permintaan indikator soal

  2. Pilihan tanggapan mesti homogen dan logis ditinjau dari segi materi, sehingga dapat menjadi pengecoh yang baik.
  3. Setiap soal mesti mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.

Konstruksi

  1. Pokok soal harus dirumuskan secara terang dan tegas.

    Soal mesti disusun dengan susunan yang terang dan mampu diketahui alurnya oleh siswa.

  2. Rumusan pokok soal dan opsi jawaban harus ialah pernyataan yang dibutuhkan saja dan tidak bertele-tele.
  3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah balasan benar.
  4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.

    Penggunaan kata bukan, kecuali, dan sejenisnya mampu membingungkan peserta latih

  5. Panjang rumusan opsi balasan harus relatif sama.

    Pilihan balasan yang lebih panjang akan condong lebih diseleksi oleh siswa.

  6. Pilihan tanggapan jangan mengandung pernyataan, “Semua tanggapan salah” atau “Semua balasan benar”.

    Pilihan tanggapan mirip ini bukan ialah bab dari materi.

  7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun menurut urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau kronologisnya.
  8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus terang dan berfungsi.
  9. Butir soal jangan bergantung pada balasan soal sebelumnya.

Bahasa

  1. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang cocok dengan kaidah bahasa Indonesia.Selengkapnya dapat anda baca pada Pedoman Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia.
  2. Jangan memakai bahasa yang berlaku setempat jika soal akan dipakai untuk kawasan lain atau nasional.
  3. Setiap soal mesti menggunakan bahasa yang komunikatif.
  4. Setiap pilihan tanggapan jangan mengulang kata atau frase yang bukan ialah satu kesatuan pemahaman.

Larangan

  1. Soal dilarang menyinggung suku, agama, ras, antargolongan (SARA).
  2. Soal dihentikan bermuatan politik, pornografi, penawaran khusus produk komersil (iklan)

    atau instansi (nama sekolah, nama daerah), kekerasan, dan bentuk yang lain

    yang dapat menimbulkan efek negatif atau hal-hal yang dapat menguntungkan

    atau merugikan kalangan tertentu.


Posted

in

by

Tags: