Cara Lapor Spt Bagi Guru Tahun 2020

Beberapa hari yang kemudian kalau Bapak dan Ibu membuka email, niscaya memperoleh pesan masuk dari Direktorat Jenderal Pajak. Jangan kaget, isinya hanya mengingatkan kita untuk segera lapor SPT.

Bapak dan Ibu Guru memiliki deadline hingga 31 Maret 2020 untuk melaporkan SPT selama tahun 2019. Jika terlambat Bapak dan Ibu Guru akan keluar uang untuk denda. Dan denda tersebut tidak menggugurkan kewajiban untuk lapor SPT. Hal ini berdasarkan pengalaman kami, belum melaporkan SPT tahun 2011, dan 2012 padahal telah tahun 2016. Sejak dikala itu maka lebih baik tertib melaporkan, selain sebagai pola yang bagus juga semoga menjadi kebiasaan.

Baca JugaContoh Kebiasaan Baik Yang Bisa Diajarkan Guru di Sekolah

Mengapa Harus Lapor SPT

Banyak sekali penduduk yang menganggap tidak penting untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan. Karena berpendapat setiap bulan telah membayar pajak kan sudah dipotong bendahara honor, maka simpulan tugasnya. Padahal bahu-membahu tidak tamat sampai disitu.

Fungsi melaporkan SPT bagi Guru yaitu selaku fasilitas melaporkan dan mempertanggungjawabkan perkiraan jumlah pajak yang sebetulnya. Beberapa point yang dilaporkan dalam SPT bagi Guru diantaranya :

  • melaporkan besaran pajak yang sudah dipotong bendahara gaji dari honor yang diterima (gampangnya merekap ulang).
  • melaporkan besaran pajak yang telah disetor dari pekerjaan sampingan atau perjuangan sampingan.
  • melaporkan harta yang dimiliki, bukan memiliki arti sesudah melaporkan hartanya kemudian keharusan pajaknya kian besar.

Cara Lapor SPT yang Dianjurkan

Beberapa cara yang untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) selama tahun 2019 :

  1. Secara online memakai e-Filing melalui laman https://djponline.pajak.go.id
  2. Datang eksklusif ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) kawasan Bapak dan Ibu terdaftar
  3. Dikirim melalui pos atau jasa ekspedisi/kurir dengan alamat KPP tempat Bapak dan Ibu terdaftar

Cara Mudah Lapor SPT Bagi Guru

Cara mudah ini cukup relatif bagi beberapa orang. Jika Bapak ataupun Ibu Guru tidak menguasai penggunaan internet dan mempunyai waktu luang. Maka tiba langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) akan lebih membuat lebih mudah.

Sedangkan bagi Bapak dan Ibu Guru yang sudah biasa mengakses internet maka tidak perlu sibuk-sibuk untuk tiba ke KPP atau KP2KP untuk sekedar melaporkan SPT. Makara

Langkah-Langkah Lapor SPT Online

  1. siapkan dokumen Bukti Potong 1721 A2 (dari bendahara gaji), dan nomor NPWP
  2. buka laman https://djponline.pajak.go.id atau klik disini
  3. masukkan nomor NPWP, password, dan instruksi keamanan kemudian klik Login
  4. pilih form 1770SS untuk total penghasilan 1 tahun kurang dari 60 juta
  5. atau pilih form 1770S untuk total penghasilan 1 tahun lebih dari 60 juta
  6. isi data selengkap-lengkapnya dan terakhir kirim.

Langkah-Langkah Lapor SPT Langsung

  1. Membawa Bukti Potong 1721 A2 (dari bendahara gaji), catat nomor NPWP Anda, beserta kartu identitas diri (KTP).
  2. Datang ke KPP tempat Bapak dan Ibu terdaftar.
  3. Biasanya dikala masuk Anda akan berjumpa dengan satpam yang akan menanyakan keperluan Anda. Cukup sampaikan mau lapor SPT. Anda akan diberi nomor antrean, lazimnya diarahkan ke bab Helpdesk.
  4. Silahkan antre sambil menonton TV (umumnya tersedia)
  5. Sampaikan ke petugas jika Anda mau lapor SPT serta tunjukkan dokumen Bukti Potong 1721 A2 (dari bendahara gaji).
  6. Anda akan diminta mengisi formulir 1700SS untuk total penghasilan 1 tahun kurang dari 60 juta. Atau formulir 1700S untuk total penghasilan 1 tahun lebih dari 60 juta.
  7. Jangan sungkan mengajukan pertanyaan pada petugas apabila masih ada yang belum diketahui. Prosesnya umumnya cukup cepat dan akhir.

Informasi selengkapnya mampu mengunjungi situs resmi Direktorat Jenderal Pajak bab lapor SPT atau cukup klik disini. Segala proses pelaporan SPT tahunan tidak dikenai ongkos. Semoga dengan melaporkan SPT ini kita dapat lebih mencintai bangsa ini, Bangsa Indonesia.


Posted

in

by

Tags: