5 Aliran Penggunaan Tanda Titik Dibarengi Acuan

Penggunaan tanda titik telah menjadi kebiasaan dalam acara menulis. Baik menulis memakai komputer, mesin ketik, maupun tulis tangan.

Dalam halaman yang sedang kita baca ini juga memakai banyak tanda titik. Tetapi tanda titik tidak sembarang pilih digunakan, biar mempunyai fungsi sesuai yang diharapkan.

Pedoman Penggunaan Tanda Titik

Berikut ini ajaran penggunaan tanda titik sesuai dengan fatwa biasa ejaan bahasa Indonesia yang berlaku dikala ini.

1. Akhir Kalimat Pernyataan

Tanda titik dipakai pada selesai kalimat gosip atau pernyataan.

Contoh:

  • Budi bermain bola di lapangan sekolah.
  • Ani sedang melaksanakan tugas bersama Tito.

Pengecualian

Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, gambaran, atau tabel.

Contoh:

Berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan

2. Bagan, Ikhtisar, atau Daftar

Tanda titik digunakan di belakang angka atau huruf dalam sebuah denah, ikhtisar, atau

daftar.

Contoh:

A. Makanan Pokok

1. nasi

2. jagung

3. ketela

4. sagu

B. Sayuran

1. bayam

2. sawi

3. kangkung

Pengecualian

Tanda titik tidak dipakai pada daftar yang telah memakai tanda kurung

Contoh :

(A) Makanan Pokok

(1) nasi

(2) jagung

(3) ketela

(4) sagu

Tanda titik tidak dipakai pada simpulan penomoran digital yang lebih dari satu angka misalnya 3c.

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, skema, grafik, atau gambar.

Baca Juga: Pedoman Penggunaan Huruf Kapital

3. Memisahkan Waktu

Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan

waktu atau rentang waktu.

Contoh:

  • Ayah datang di rumah pukul 04.25 sore ini.
  • Pesawat tujuan Pontianak berangkat pukul 08.30 dari Jakarta.
  • Diaz bersepeda selama 00.40.21 jam. (40 menit 21 detik)

4. Penulisan Daftar Pustaka

Tanda titik digunakan dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul goresan pena

(yang tidak selsai dengan tanda tanya atau tanda seru), dan daerah terbit.

Contoh:

Rahayu, Ani. 2000. Penggunaan Tanda Baca Dalam Penulisan. Jakarta: Pusat Penerbit.

5. Memisahkan Bilangan yang Menunjukkan Jumlah

Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang

menawarkan jumlah.

Contoh:

  • Andi mendapatkan duit saku sebesar Rp 10.000,00.
  • Jumlah siswa yang mengikuti cobaan sekolah sebanyak 3.421 orang.

Pengecualian

Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak memberikan jumlah.

Contoh :

  • Aini lahir pada tahun 2009 di Surabaya.
  • Nomor telepon Bima adalah 0888109292.

Demikian penjelasan penggunaan tanda titik pada penggunaan bahasa tulis yang tepat. Semoga menunjukkan pemahaman dan wawasan bagi pembaca.


Posted

in

by