Besaran Gaji Gtt Dan Ptt Dari Dana Bos

Tahukah Anda besaran honor bulanan yang mampu diterima guru/tenaga kependidikan dan non kependidikan (lazimdisebut gaji GTT dan PTT atau honor bulanan GTT) pada sebuah sekolah dari dana BOS? Untuk mengenali hal tersebut, Anda perlu mengerti beberapa hal yang berhubungan, diantaranya besaran dana BOS, persentase, jumlah honorer.

Besaran Dana BOS

Perlu dikenali besaran dana yang diperoleh sekolah dari dana BOS dihitung per siswa yang memiliki NISN pada dapodik. Artinya jumlah dana BOS yang diperoleh sekolah bergantung pada jumlah siswa.

Sebagai contoh, sebuah SD mempunyai 100 siswa, maka jumlah dana BOS yang diterima sekolah 100 siswa x Rp 900.000 = 90.000.000. Dana ini untuk operasional sekolah selama 1 tahun yang disalurkan secara bertahap.

Besaran dana BOS yang diterima sekolah berlainan bergantung pada jenjang sekolah. Berikut ini besaran dana BOS yang diterima sekolah dengan perhitungan peranak pertahun.

  • SD, sebesar Rp900.000/anak/tahun
  • Sekolah Menengah Pertama, sebesar Rp1.100.000/anak/tahun
  • Sekolah Menengan Atas, sebesar Rp1.500.000/anak/tahun
  • Sekolah Menengah kejuruan, sebesar Rp1.600.000/anak/tahun
  • SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB, sebesar Rp2.000.000/anak/tahun.

Panduan perihal jumlah dana yang diperoleh sekolah dari dana BOS dapat Anda baca pada halaman Juknis BOS modern.

Porsi Honor GTT dan PTT

Besaran takaran optimal honor GTT dan PTT bergantung pada jenjang sekolah dan jenis sekolah (negeri atau swasta).

SD, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengan Atas, Sekolah Menengah kejuruan serta SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB

Besaran takaran optimal pembayaran honor bulanan guru/tenaga kependidikan dan non kependidikan honorer di sekolah negeri dan swasta maksimal 50% dari dana BOS.

Yang tergolong dalam perhitungan ini adalah honor bagi:

  1. Guru yang berstatus bukan aparatur sipil negara, dengan syarat:
    – tercatat pada dapodik per 31 Desember 2019
    – mempunyai nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK)
    – belum memiliki sertifikat pendidik.
  2. Jika terdapat sisa dana pada pembayaran gaji pada poin 1 di atas, maka honor dapat diberikan kepada tenaga kependidikan yang berstatus bukan aparatur sipil negara di sekolah.

Contoh:

Sebuah Sekolah Dasar Negeri mempunyai 100 siswa, maka besaran anggaran maksimal untuk honor guru dan tenaga kependidikan yang berstatus bukan ASN yakni

Dana BOS yang diterima sekolah per tahun
100 siswa x Rp 900.000 = Rp 90.000.000

Alokasi optimal honor
50% x Rp 90.000.000 = Rp 45.000.000

Makara anggaran maksimal untuk gaji guru dan tenaga kependidikan yang berstatus bukan ASN untuk 1 tahun yakni Rp 45.000.000.

Catatan penting:
Karena keperluan sekolah yang berlainan-beda, biasanya sekolah tidak memaksimalkan persentase untuk gaji. Untuk menyanggupi kebutuhan lain yang lebih penting bagi sekolah.

Pajak

Berkaitan dengan honor GTT/PPT yang diterima berkala setiap bulan tidak dikenakan pajak. Sedangkan untuk gaji yang diperoleh tidak rutin, seperti gaji aktivitas tetap dikenakan pajak penghasilan sesuai hukum.

Semoga berita ini mampu mencerahkan bagi Anda yang terpikatuntuk menjadi guru honorer pada sebuah sekolah. Serta memperkirakan gaji yang mampu diperoleh bila Anda menjadi honorer di sekolah tersebut.


Posted

in

by

Tags: