Investasi Kondusif Melalui Sukuk Tabungan Pemerintah

Meningkatnya sumber daya manusia (SDM) Indonesia menciptakan sebagian besar penduduk mulai ‘melek’ investasi. Investasi mempunyai arti menanamkan duit atau modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan mendapatkan keuntungan. Sayangnya sering kali muncul berita-isu negatif tentang ‘investasi bodong’ yang mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit bagi penanam modal. Pada potensi ini kita akan mencar ilmu ihwal investasi aman yang diterbitkan pemerintah serta bebas dari bagian riba yakni Sukuk Tabungan (ST006). Kija juga mampu kita ajarkan investasi pada anak sehingga mereka mulai berguru hidup berhemat.

investasi yang aman
sumber: https://www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan

Investasi Aman: Sukuk Tabungan

Sukuk simpanan ialah produk investasi syariah yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membiayai proyek ramah lingkungan di lima sektor ialah energi yang terjangkau dan bersih; kerja yang pantas dan perkembangan ekonomi; industri, inovasi dan infrastruktur; kota dan komunitas yang berkesinambungan; dan agresi iklim. Hal ini diperlukan dapat memitigasi efek perubahan iklim dan pembiasaan atas pergeseran iklim yang telah terjadi.

Dikatakan investasi kondusif sebab dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia sehingga dana serta imbalan dijamin oleh negara. Karena lingkupnya negara, kemungkinan gagal bayar sangat kecil.

Jika Sudah Tahu Aman, Apa Lagi Kelebihan Sukuk Tabungan 006 ini?

Sesuai Prinsip Syariah

Bagi investor yang memegang prinsip-prinsip Islami, investasi Sukuk Tabungan bisa menjadi opsi karena bebas dari unsur riba (bunga), maysir (judi) dan gharar (ketidakpastian).

Investor tidak akan mendapatkan bunga melainkan imbal hasil berupa duit sewa (ujrah) dari pemanfaatan dana penanam modal oleh pemerintah dalam aneka macam proyek ramah lingkungan. Selain itu dalam sukuk simpanan menggunakan kesepakatan wakalah.

Wakalah menurut bahasa adalah pelimpahan kekuasaan oleh suatu pihak kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan. Akad ini berlaku antara masyarakat pemodal (investor) dengan pengelola investasi (yang dalam hal ini yaitu Perusahaan Penerbit SBSN).

Pemodal atau shahib al-mal menunjukkan mandat terhadap pengelola investasi selaku wakil shahib al-mal untuk melaksanakan acara investasi bagi kepentingan pemodal sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kesepakatandi permulaan. Dalam Sukuk Tabungan ini, pemerintah bertindak sebagai Wali Amanat/Wakil dari pemegang sukuk tabungan untuk mengorganisir dana dalam aneka macam aktivitas yang sesuai dengan perjanjian.

Besaran Imbal Hasil ST006

Sukuk simpanan ini menawarkan imbal hasil sebesar minimal 6,75% per tahun dari dana yang disetorkan investor. Artinya, imbal hasil akan mengacu pada BI 7-Day Reverse Repo Rate tetapi tidak akan lebih rendah dari 6,75% per tahun. Imbal hasil ini lalu akan dikenai pajak sebesar 15%.

Untuk memahami perkiraan ini berikut kami berikan ilustrasinya:

Keterangan Perhitungan Nominal
Investasi Awal 100.000.000
Imbal hasi pertahun 6,75% x 100.000.000 6.750.000
Imbal hasil perbulan 6.750.000 : 12 bulan 562.500
Pajak 15% x 562.500 84.375
Imbal hasil bersih perbulan 562.500 – 84.375 478.125

Imbal hasil ini nantinya akan dibayarkan setiap tanggal 10 dimulai dari bulan Januari 2020 sampai dengan 10 November 2021.

Cara Investasi Sukuk Tabungan

Untuk berinvestasi di sukuk tabungan nilai investasi minimal yaitu 1 juta rupiah dan maksimalnya 3 miliar, penanam modal cukup datang ke salah satu bank nasional mirip BCA, Mandiri, BNI, BRI sebelum tanggal 21 November 2019 dengan menjinjing KTP dan NPWP. Sampaikan bahwa Anda ingin berbelanja Sukuk Tabungan. Nantinya Anda akan mendapatkan gosip perihal proses-prosesnya dari pihak bank. Informasi lebih lanjut dapat membuka laman Kementerian Keuangan Republik Indonesia.


Posted

in

by

Tags: