Cara Menghitung Tinggi Air Pada 2 Bangkit Ruang

Terdapat berbagai bentuk pengembangan soal cerita yang berhubungan dengan menjumlah volume bangkit ruang. Salah satunya dengan membagi volume benda cair pada dua berdiri ruang dengan bentuk yang berlainan. Selanjutnya diminta untuk mengkalkulasikan tinggi air pada berdiri ruang tersebut, dengan syarat ketinggian air pada 2 bangun tersebut sama.

Beberapa bentuk berdiri ruang yang biasa digunakan adalah tabung, kubus, balok, dan prisma. Bangun-berdiri tersebut memiliki rumus yang berlawanan bergantung pada bentuk alasnya.

Cara Menghitung Tinggi Air pada 2 Bangun

Untuk mampu menyelesaikan soal perhitungan seperti ini beberapa hal yang harus diketahui, diantaranya:

  1. Volume benda cair (air) yang hendak dimasukkan dalam berdiri ruang tersebut.
  2. Bentuk bangkit ruang yang digunakan, lazimnya bangkit ruang yang dipakai berlainan-beda.
  3. Menentukan bentuk dan rumus luas alas kedua berdiri ruang tersebut.
  4. Membagi volume air dengan luas bantalan kedua berdiri.

Soal dan Pembahasan Menghitung Tinggi Air

Untuk mengembangkan pengertian dan mengasah kesanggupan dalam pengembangan soal volume bangun ruang, berikut teladan soal dibarengi dengan pembahasan menjumlah tinggi air pada dua bangun ruang.

Soal 1

Balok berskala panjang 50 cm, lebar 25 cm, dan tinggi 57 cm. Balok tersebut berisi penuh air. Sebagian air dituangkan dalam kubus yang panjang rusuknya 40 cm, sehingga ketinggian air dalam kubus dan balok sama. Berapa tinggi air pada masing-masing bangkit tersebut?

Diketahui:
Balok berisi air dengan panjang 50 cm, lebar 25 cm, tinggi 57 cm
Kubus dengan panjang rusuk 40 cm

Pembahasan:

Volume air = panjang x lebar x tinggi

= 50 cm x 25 cm x 57 cm

= 71.250 cm\(^3\)

Luas alas balok = panjang x lebar

= 50 cm x 25 cm

= 1.250 cm\(^2\)

Luas bantalan kubus = rusuk x rusuk

= 40 cm x 40 cm

= 1.600 cm\(^2\)

Tinggi air = \(\fracvolume airluas alas balok + luas alas kubus\)

= \(\frac71.2501.250 + 1.600\)

= \(\frac71.2502.850\)

= 25 cm

Jadi tinggi air pada masing-masing bangun yaitu 25 cm.

Soal 2

Tabung dengan diameter 28 cm dan tinggi 30 cm berisi sarat air. Air tersebut dituang ke dalam balok berukuran panjang 42 cm, lebar 22 cm, dan tinggi 35 cm, sehingga tinggi air dalam tabung dan balok sama. Berapakah tinggi air dalam masing-masing berdiri tersebut?

Diketahui:

Tabung berisi air dengan diamter 28 cm dan tinggi 30 cm
Balok dengan panjang 42 cm, lebar 22 cm, dan tinggi 35 cm

Pembahasan:

Volume air = \(\pi\) x r x r x t

= \(\frac227\) x 14 x 14 x 30

= 18.480 cm\(^3\)

Luas ganjal tabung = \(\pi\) x r x r

= \(\frac227\) x 14 x 14

= 616 cm\(^2\)

Luas ganjal balok = panjang x lebar

= 42 cm x 22 cm

= 924 cm\(^2\)

Tinggi air = \(\fracvolume airluas alas tabung + luas alas balok\)

= \(\frac18.480616 + 924\)

= \(\frac18.4801.540\)

= 12 cm

Kaprikornus tinggi air pada masing-masing berdiri tersebut yakni 12 cm.

Demikian acuan dan pembahasan dari cara menghitung tinggi air pada dua bangun yang berlainan dengan syarat tinggi air sama. Semoga mampu membantu dalam belajar peserta didik dalam menghadapi ulangan maupun cobaan.


Posted

in

by