Teladan Soal, Kunci Tanggapan, Dan Pembahasan Karya Sastra

_ Kali ini admin akan membagikan teladan soal karya sastra dalam bahasa Indonesia. Semoga soal-soal yang admin bagikan ini mampu menolong anak bimbing dalam mencari rujukan soal-soal terbaru seputar mata pelajaran karya sastra. Terima kasih dan salam berhasil.
1.”Jadi pionir berat, alasannya mereka menghela sejarah ke depan.” Kalimat itu berulang-ulang tergiang di indera pendengaran Yusuf, suatu usulan yang keluar dari ekspresi perempuan Tionghoa. Yusuf amat terkagum pada Liam Min, berani mengajukan usulan mirip itu, padahal Yusuf yakin bahwa kaum Tionghoa perantauan tidak pernah oke terjadinya asimilasi antara masyarakat minoritas itu kepada penduduk Indonesia.
Konflik yang terjadi pada serpihan novel tersebut yaitu ….
A. Fisik
B. Batin
C. Lahir
D. Ide
 Kali ini admin akan membagikan contoh soal karya sastra dalam bahasa Indonesia Contoh Soal, Kunci Jawaban, dan Pembahasan Karya Sastra
www.
Pembahasan:
Konflik merupakan bab dari alur atau plot. Konflik yang terjadi pada kutipan novel tersebut yaitu konflik inspirasi. Yakni, pertimbangan Yusuf mengenai orang Tionghoa dengan kenyataan yang didapatnya pada Liam Min (seorang keturunan Tionghoa).
Jawaban: D
2. Astaga, siapa orang-orang ini?  Tampang mereka seperti orang-orang kriminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu masalah mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang saya tahu selaku supir taksi.
Nilai etika yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
A. Kehati-hatian seseorang kepada kondisi sekelilingnya
B. Ketakutan yang timbul balasan pengalaman kala lalu
C. Jangan berprasangka buruk cuma sebab melihat penampilannya
D. Ketidakpercayaan kepada orang-orang di sekitarnya
Pembahasan:
Nilai adab ialah akhlak, budi pekerti yang berhubungan dengan sikap, perbuatan (baik atau buruk), serta kesusilaan. Nilai budpekerti yang terdapat pada cuilan novel tersebut yakni “Jangan berprasangka jelek hanya sebab menyaksikan penampilannya”.
Jawaban: C
3. Di Pulau Pharos, Rutio sedang istirahat di luar menara yang sangat tinggi seperti menyentuh awan. Ia duduk sambil makan kurma di depan api unggun.
Sudut pandang pengarang pada petikan novel tersebut adalah ….
A. Orang pertama pelaku utama
B. Orang kedua pelaku sampingan
C. Orang ketiga serba tahu
D. Orang ketiga pelaku utama
Pembahasan:
Sudut pandang ialah cara pandang penulis dalam bercerita, apakah ia ada dalam cerita (orang pertama), atau selaku orang ketiga yang serba tahu (pencerita). Sudut pandang pengarang dalam kutipan novel tersebut berlaku selaku orang ketiga yang serba tahu.
Jawaban: C
4. Perhatikan potongan teks berikut!
Jalan Tak Ada Ujung
Pada suatu malam di London tidak usang diantaranya setelah perang dunia rampung, saya mendapat pelajaran yang sangat berguna. Pada waktu itu, aku menjadi pemimpin Sir Ross Smith. Selama peperangan Sir Ross ialah raja udara Australia di Palestina. Belum usang berselang sehabis perjanjian tenang diikat, Sir Ross menghidupkan keheranan dunia, alasannya membuat penerbangan keliling dunia dalam tempo 30 hari. Pemerintah Australia menawarkan kado sepuluh ribu poundsterling. Raja Inggris mengangkat derajat keturunannya.
Latar yang paling banyak muncul yaitu ….
A. Latar waktu
B. Latar kawasan
C. Latar sosial
D. Latar peristiwa
Pembahasan:
Latar yaitu penggambaran situasi daerah, waktu, dan situasi terjadinya suatu kejadian. Latar yang paling banyak muncul dalam bagian kisah di atas ialah latar waktu. Hal ini mampu ditunjukkan pada kata-kata: pada suatu malam, setelah perang dunia rampung, pada waktu itu, selama peperangan, belum usang selang, dan tempo 30 hari.
Jawaban: A
Demikianlah yang dapat admin bagikan wacana contoh soal dan pembahasan bahan karya sastra. Semoga soal-soal yang admin bagikan ini mampu membantu anak didik dalam mencari referensi soal-soal terbaru seputar mata pelajaran bahasa Indonesia materi karya sastra. Terima kasih

Posted

in

by

Tags: