Istilah, Majas, Dan Peribahasa

_ Kali ini admin akan membagikan bahan tentang ungkapan, majas, dan peribahasa. Semoga apa yang admin bagikan kali ini mampu membantu kalian dalam mencari rujukan perumpamaan, majas, dan peribahasa. Selamat berguru dan agar apa yang kalian cita-citakan mampu tercapai dengan baik dan tetap semangat agar kalian bisa menjadi yang terbaik dari seluruhnya. 
A. Ungkapan
Ungkapan merupakan gabungan kata yang mengakibatkan makna gres yang memiliki makna khusus bersifat konotasi (kiasan) sehingga tidak dapat diartikan secara sebetulnya.
Makna idiomatis atau idiom sering disejajarkan dengan ungkapan. Hal ini bisa dibenarkan karena keduanya ialah gabungan kata yang tidak ada hubungan makna dengan kata pembentuknya.
Misal:
Bertekuk lutut (menyerah)
Panjang tangan (suka mencuri)
Buah bibir (bahan percakapan)
Kabar angin(kabar belum jelas kebenarannya)
 Kali ini admin akan membagikan materi tentang ungkapan Ungkapan, Majas, dan Peribahasa
www.
B. Majas
Majas atau ragam gaya bahasa merupakan ciri khas cara pengarang mengekspresikan jiwa perasaan dan pikirannya dalam media bahasa.
Kekhasan gaya bahasa tersebut terletak pada pemilihan kata-kata yang tidak secara langsung menyatakan makna yang sebetulnya.
Majas mampu dibedakan menjadi majas perbandingan, penegasan, sindiran, dan kontradiksi.
a. Majas Perbandingan
1. Personifikasi
Majas yang melukiskan sebuah benda mati seolah-olah hidup ibarat sifat makhluk hidup.
Misal: 
Embun pagi menyapa
Pena menari-nari di atas kertas
2. Hiperbola
Majas yang melukiskan keadaan dengan sesuatu yang andal atau melebih-lebihkan.
Misal:
Suaranya meledakkan telinga ini
Ceramahnya membius warga
3. Metafora
Majas yang membandingkan benda dengan melukiskan secara pribadi atas dasar sifat yang serupa.
Misal:
Jago merah (api)
Raja siang (matahari)
4. Eufemisme
Majas yang melukiskan suatu kondisi dengan kata-kata yang lebih halus dan lembut.
Misal:
Tunawicara (bisu)
Sekelompok (gerombolan)
5. Sinekdoke
Pars Prototo, majas yang melukiskan kondisi sebagian untuk semua atau seluruhnya.
Misal:
Lima ekor sapi
Sehelai rambut
Totem pro parte, majas yang melukiskan kondisi semua atau keseluruhan, namun hanya mewakili untuk sebagian.
Misal:
Indonesia menang melawan China
Sekolah Menengah Pertama  N 1 Jakarta menjuarai kontes baca puisi
6. Litotes
Majas yang memperkecil atau melemahkan dan realita kebalikannya.
Misal:
Singgahlah sebentar di gubukku ini
Setitik air inilah yang bisa kami berikan di malam damai.
7. Asosiasi
Majas yang memiliki nama lain simile melukiskan suatu keadaan tertentu alasannya persamaan sifat yang dicirikan dengan kata bagai, bak, seperti, laksana.
Misal:
Lesu bagai bulan kesiangan tingkah lakunya
Bagai pinang di belah dua
8. Metonimia
Majas yang melukiskan suatu keadaan dengan memakai nama merek, ciri khas, atau atribut.
Misal:
Nurul bahagia menggunakan Carvil
Herman pulang naik Pajero
9. Alegori
Majas yang memperbandingkan sesuatu dengan membentuk kesatuan yang menyeluruh.
Misal:
Nakhoda yang berlayar mengarungi perahu hidup.
suami = nakhoda
Bahtera = rumah tangga
b. Majas  Penegasan
1. Pleonasme
Majas yang melukiskan kondisi dengan kata-kata yang bahwasanya tidak perlu dikatakan lagi.
Misal:
Juara 1 dibutuhkan naik ke atas podium.
2. Retorika
Majas yang melukiskan keadaan dengan menggunakan kata-kata yang tidak memerlukan tanggapan.
Misal:
Kamu ingin istri kaya atau manis?
3. Paralelisme
Majas yang melukiskan keadaan dengan kata yang berulang-ulang dalam puisi.
Misal:
Bunga merah merona, bunga desaku harum semerbak, bunga menyentuh raga ini bunga saya datang.
4. Repetisi
Majas yang melukiskan sebuah keadaan dengan pengulangan kata-kata yang digunakan dalam pidato.
Misal:
Merdekla semboyanku!
Merdeka harus kita jaga!
Merdeka saudaraku?
5. Klimaks
Majas yang melukiskan suatu keadaan secara berturut-turut dari permulaan hingga kondisi puncak.
Misal:
Terlihat kedua orang itu dari bertemu, duduk, bercakap-piawai, berantem, sampai keduanya saling menampar.
c. Majas Sindiran
1. Ironi
Majas yang melukiskan keadaan yang menyatakan sebaliknya dari realita dengan maksud menyindir.
Misal:
Wah, pagi benar kamu berangkat hingga-sampai bel istirahat berbunyi
Gemuk bener tubuh kau, hingga-hingga tulang rusukmu kelihatan.
2. Sinisme
Majas seperti ironi, tetapi lebih menjurus agresif.
Misal:
Huh, kamu itu kerja apa!
Itukah pengorbanan, gombal!
3. Sarkasme
Majas sindiran yang melukiskan kondisi paling kasar langsung menusuk perasaan.
Misal:
Goblog amat sih,
Jangan tolol terus!
d. Majas Pertentangan
1. Antitesis
Majas yang bertentangan arti untuk melukiskan sebuah keadaan dengan kepaduan kata.
Misal:
Jelek atau manis ia tetap istriku
Muda atau renta aku tetap ganteng
2. Paradoks
Majas yang melukiskan suatu kondisi seperti berlawanan arti sebab objeknya berlainan.
Misal:
Ramai kota ini tidak mampu mengubah hati sunyi ini.
Akalnya kosong di tengah kelas yang penuh sesak.
3. Kontradiksi Interminus
Majas yang melukiskan sebuah kondisi pertentangan dengan menjelaskan semuanya.
Misal:
Semua pasien telah sembuh, kecuali Paijo yang sedang kritis.

C. Peribahasa
Peribahasa merupakan sekelompok kata yang susunannya tetap, tidak bisa berubah-ubah, untuk mengiaskan atau menggambarkan keadaan dengan makna tertentu.
Misal:
Mencari jarum dalam jerami (pekerjaan yang siap-sia)
Besar pasak dibandingkan dengan tiang (besar pengeluaran ketimbang penghasilan)
Air beriak tanda tak dalam (orang yang banyak bicara  biasanya kurang pandai)
Demikianlah yang mampu admin bagikan ihwal istilah, majas, dan peribahasa. Semoga berfaedah. Terima kasih.

Posted

in

by

Tags: