Petunjuk Penggunaan Dana Bos Tahun 2015

Berdasarkan Permendikbud RI No. 161 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis penggunaan dan pertanggung jawaban keuangan dana Bantuan Operasional Sekolah tahun anggaran 2015, dana BOS yang diterima tahun 2015 oleh sekolah diubahsuaikan dengan jenjang sekolah masing-masing, baca : juknis BOS tahun 2015

Baca Juga : Juknis BOS Tahun 2016

Penjelasan perihal penggunaan dan larangan dalam menggunakan dana BOS di sekolah yang harus memperhatikan hal-hal selaku berikut:

  1. Prioritas utama penggunaan dana BOS yaitu untuk kegiatan operasional sekolah;
  2. Bagi sekolah yang telah mendapatkan DAK, tidak diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama. Sebaliknya jikalau dana BOS tidak mencukupi untuk pembelanjaan yang diperbolehkan (13 item pembelanjaan), maka sekolah mampu mempertimbangkan sumber pendapatan lain yang diterima oleh sekolah, adalah pendapatan hibah (contohnya DAK) dan pemasukan sekolah yang lain yang sah dengan tetap mengamati peraturan terkait;
  3. Biaya angkutandan duit lelah guru PNS yang bertugas di luar kewajiban jam mengajar harus mengikuti batas kewajaran yang ditetapkan oleh Pemda;
  4. Bunga Bank/Jasa Giro balasan adanya dana di rekening sekolah menjadi milik sekolah dan dipakai untuk kebutuhan sekolah (beradasarkan Surat Edaran Ditjen Perbendaharaan Nomor: S-5965/PB/2010 tanggal 10 Agustus 2010 wacana Pemanfaatan Bunga Bank yang berasal dari Dana BOS di rekening Sekolah).

Dana BOS yang diterima sekolah dapat digunakan untuk membiayai 13 unsur acara-aktivitas berikut :

  1. Pengembangan perpustakaan
  2. Kegiatan dalam rangka penerimaan akseptor didik gres
  3. Kegiatan pembelajaran dan extra kurikuler akseptor bimbing
  4. Kegiatan Ulangan dan Ujian
  5. Pembelian bahan-bahan habis pakai
  6. Langganan daya dan jasa
  7. Perawatan sekolah/rehab ringan dan sanitasi sekolah
  8. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer.
  9. Pengembangan profesi guru
  10. Membantu akseptor asuh miskin yang belum mendapatkan pinjaman program lain seperti KIP
  11. Pembiayaan pengelolaan BOS
  12. Pembelian dan perawatan perangkat komputer
  13. Biaya lainnya jikalau seluruh unsur 1 s.d 12 telah tercukupi pendanaannya dari BOS

Dana BOS yang diterima oleh sekolah dilarang digunakan untuk hal-hal berikut:

  1. Disimpan dengan maksud dibungakan;
  2. Dipinjamkan kepada pihak lain;
  3. Membelisoftware/perangkat lunak untuk pelaporan keuangan BOS atau software sejenis;
  4. Membiayai aktivitas yang tidak menjadi prioritas sekolah dan membutuhkan ongkos besar, misalnya studi banding, tur studi (karya wisata) dan sejenisnya;
  5. Membayar iuran acara yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/ Kabupaten/ Kota/ Provinsi/ Pusat, atau pihak yang lain, kecuali untuk menanggung biaya penerima ajar/guru yang ikut serta dalam kegiatan tersebut;
  6. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru;
  7. Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/penerima ajar untuk kepentingan langsung (bukan inventaris sekolah), kecuali bagi akseptor ajar miskin;
  8. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat;
  9. Membangun gedung/ruangan baru;
  10. Membeli Lembar Kerja Peserta latih (Lomba Kompetensi Siswa) dan materi/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran;
  11. Menanamkan saham;
  12. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah kawasan secara sarat /wajar;
  13. Membiayai aktivitas pendukung yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah, contohnya membiayai iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/program keagamaan;
  14. Membiayai acara dalam rangka mengikuti pembinaan/sosialisasi/ pendampingan terkait acara BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar SKPD Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/Kota dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Posted

in

by

Tags: