Pengertian, Jenis-Jenis, Dan Acuan Kohesi Dalam Teks Eksposisi K13

_ Kali ini admin akan membagikan ihwal pemahaman, jenis-jenis, dan teladan kohesi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak latih dalam mencari rujukan wacana kohesi dalam teks eksposisi. Dan peluangnya apa yang admin bagikan ini dapat menawarkan imbas faktual yang bagus bagi perkembangan anak bimbing di sekolah. Semoga berguna dan terima kasih.
 Kali ini admin akan membagikan tentang pengertian Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Kohesi dalam Teks Eksposisi K13
www.
A. Pengertian Kohesi
Kohesi adalah relasi kepaduan antarkalimat dalam paragraf. Kohesi dan koherensi merupakan syarat utama kewacaaan atau tekstualitas. Keduanya merupakan rancangan kepaduan. Pengertian kohesi adalah kepaduan bentuk, sedangkan koherensi ialah kepaduan makna. Teks atau tentang yang yang kohesif mempunyai arti setiap unsur lahirnya terpadu secara internal dalam satuan teks tersebut. Tegasnya, setiap bagian teks lahir, misalnya kata faktual yang didengar atau dibaca, saling terhubung dalam rangkaian. 
B. Jenis-Jenis Kohesi
Kohesi dibagi menjadi dua, ialah sebagai berikut
1. Kohesi Leksikal
Kohesi leksikal adalah kepaduan yang dicapai lewat pemilihan kosakata. Kohesi leksikal dapat berbentukpengulangan, sinonim, antonim, dan hiponim.
Pengulangan Kata
Pengulangan kata ialah sekelompok kata dalam kalimat yang mengalami reduplikasi (pengulangan kata) yang bermakna bahwa dalam kalimat tersebut terdapat kata-kata yang diulang. 
Contoh:
a. Pak Guru galak itu tidak hadir sehingga anak-anak dengan leluasa berbincang-bincang di dalam kelas.
b. Pada saat isu terkini semi dedaunan mulai tumbuh menghiasi pekarangan.
Sinonim
Sinonim ialah sebuah kata yang mempunyai bentuk yang berlainan tetapi mempunyai arti atau pemahaman yang sama atau seperti. Sinonim juga disebut persamaan kata atau persamaan kata.
Contoh:
  1. binatang = fauna
  2. tumbuhan = flora
  3. bohong = dusta
  4. haus = dahaga
  5. pakaian = baju
  6. umum = biasa
  7. bunga = kembang
  8. efek = imbas
  9. awan = mega
  10. satu = esa
  11. individu = perseorangan
  12. manusia = orang
  13. infinit = infinit
  14. saya = saya
  15. besar = akbar
  16. matahari = mentari
  17. aktual = positif
  18. bantuan = pinjaman
  19. kau = kau
  20. harapan = asa
Antonim
Antonim adalah relasi semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan, kontradiksi, atau kontras antara yang satu dengan yang lainnya. Lebih sederhananya, antonim yaitu suatu kata yang bertentangan makna dengan kata lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh:
  1. kaya x miskin
  2. bersungguh-sungguh x malas
  3. nirwana x neraka
  4. atas x bawah
  5. mahal x murah
  6. panjang x pendek
  7. besar x kecil
  8. benar x salah
  9. tinggi x rendah
  10. pro x kontra
  11. banyak x sedikit
  12. mati x hidup
  13. laki-laki x perempuan
  14. bersih x kotor
  15. terang x gelap
  16. berpengaruh x lemah
  17. sehat x sakit
  18. berani x takut
  19. jujur x bohong
  20. subur x tandus
Hiponim
Hiponim yaitu suatu kata atau frasa khusus, atau mempunyai arti khusus yang terkandung dalam golongan, jenis, atau satuan tertentu. Makna yang terkandung dalam hiponim tercakup dalam arti yang belum umum. 
Contoh:
Di laut Papua terdapat banyak sekali macam jenis ikan seperti ikan pari, hiu, paus, salmon, tuna, dan lain-lain. Hiponim ikan pari, ikan hiu, ikan paus, ikan salmon, ikan tuna, hipernim: ikan.
 2. Kohesi Gramatikal
Kohesi gramatikal ialah kepaduan yang dicapai lewat penggunaan komponen dan hukum gramatikal dalam kaimat mampu dibentuk dengan beberapa cara adalah pengacuan rujukan, subsitutisi, dan elipis.
Referensi 
Refensi ialah dalam perihal ekspresi atau terdapat banyak sekali unsur seperti pelaku perbuatan yang dilakukan oleh pelaku, dan tempat peraturan. 
Contoh:
a. Hartono menulis buku lagi. Dia memang produktif
b. Dengan sepedanya itu Pak Amat menelusuri kota Lamongan
Subtitusi
Subtitusi ialah berpegang pada pandangan substitusi sederhana yang di situ suatu perumpamaan mampu begitu aja diganti dengan yang lain dalam teks.
Contoh:

Rasa hormat dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya penulis sampaikan terhadap pembimbing ia, penulis mampu menyelesaikan tesis ini dengan baik.

Elipsis
Elipsis yakni proses penghilangan kata atau satuan-satuan bahasa lain yang dapat dimunculkan kembali dalam pemahamannya. Bentuk atau unsur yang dilesapkan dapat diperkirakan wujudnya dari konteks bahasa atau konteks luar bahasa.
Contoh:
Tuhan senantiasa memperlihatkan kekuatan dan ketenangan ketika aku menghadapi dikala-ketika yang memilih dalam penyusunan tesis ini.


C. Contoh Teks 

Pemanasan Global dan Hilangnya 
Hutan Lindung
Pemanasan global ialah suatu keadaan di mana suhu di bumi semakin hari kian panas. Adanya pemanasan global tersebut menimbulkan banyak sekali dampak negatif mirip lapisan ozon yang kian tipis sehingga sinar ultraviolet mampu masuk ke bumi secara langsung tanpa ada penghalang. Selain itu, pemanasan global juga menimbulkan naiknya permukaan air bahari sebab es di kutub yang mencair.
Adanya pemanasan global sendiri terjadi alasannya adalah banyak gas karbondioksida yang terdapat di atmosfer bumi dan itu menimbulkan lapisan ozonnya kian menipis. Kadar gas karbondioksida yang ada di bumi tersebut tidak sebanding jumlahnya dengan keseluruhan pohon yang ada di bumi. Padahal, adanya pohon-pohon tersebut bisa menyerap karbondioksida.
Tidak cuma itu, hutan-hutan sudah banyak yang dibuka untuk lahan pertanian, industri, perkebunan atau dialihfungsikan sebagai hutan buatan.
Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan suhu di dunia ini memang terbilang parah. Pemanasan global ini terjadi lantaran banyaknya jumlah gas karbondioksida yang terdapat pada atmosfer bumi. Gas karbondioksida tersebut asalnya adalah dari asap pabrik atau mampu juga kendaraan bermotor. Jika melihat di sekeliling, pastinya banyak pabrik yang beroperasi sehingga kadar dari karbondioksida makin naik.
Ini sebatas yang ada di Negara Indonesia, belum yang ada di negara industri. Negara industri tentu saja mempunyai pabrik yang jumlahnya banyak. Bayangkan saja, seberapa banyak jasa karbondioksida yang asalnya dari aktifitas tersebut. Negara industri tersebut sudah selayaknya menangani karbondioksida yang keluar balasan aktifitas pabriknya.
Yang lebih parah lagi, hutan di dunia ini yang seharusnya mampu menghemat gas karbondioksida tersebut tidak bisa melakukan fungsi mereka dengan baik. Hal itu disebabkan karena banyaknya pohon yang ditebang. Di samping banyaknya penebangan pohon di hutan.
Ada beberapa masalah di Indonesia sendiri mirip pengalihan fungsi dari hutan yang mulanya sebagai hutan lindung menjadi hutan konservasi. Adanya acara-acara tersebut tentu saja makin menjadikan keadaan bumi buruk. 
Pemanasan global yang tengah terjadi di bumi beberapa tahun terakhir memang kian parah alasannya kian hari bertambah banyak pabrik yang beroperasi sehingga menimbulkan asap dari kendaraan bermotor. Keadaan tersebut semakin para lagi karena adanya hutan yang sebaiknya meminimalisir pemanasan global dengan mengurangi emisi gas justru malah banyak ditebang.
Di samping penebangan hutan, alih fungsi hutan juga dapat menjadikan hutan tidak mampu melaksanakan fungsinya dengan baik. Alih fungsi hutan lindung menjadi jenis hutan konservasi pun telah banyak dijalankan di negara ini.
Demikianlah yang dapat admin bagikan ihwal pengertian, jenis kohesi dan teladan teks eksposisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan ini bermanfaat buat kemajuan mencar ilmu anak latih di sekolah, khususnya materi teks eksposisi. Semoga berguna dan terima kasih.

Posted

in

by