Bahasa Indonesia Smp Kelas 9

Bahasa Indonesia SMP Kelas 9″ width=”400″ />

www.
Cerpen keluarga adalah cerpen yang biasanya muncul pada majalah atau tabloid keluarga. Majalah ata tabloid lazimdisebut majalah dan tabloid. Cerpen keluarga sering mengisahkan problem rumah tangga.
Di bawah ini beberapa contoh teks cerpen keluarga dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas 9. Selamat membaca dan agar bermanfaat buat kalian semua.
Contoh Teks Cerpen Keluarga

Harapanku Pupus di Pulau Kecil Nusa Penida
Pernahkah terbayang di benak kalian mampu menghabiskan waktu dengan orang yang paling kalian benci di dunia ini? Jika pernah, pasti kalian akan merasa bahwa dunia telah akhir zaman. Aku rasa kali ini kalian pasti mengajukan pertanyaan-tanya kenapa aku mampu mengetahui isi perasaan kalian. Bagaimana tidak hal seperti ini telah usang saya alami bahkan di setiap detik, menit, jam, maupun hari. Dan apakah kalian tahu? orang yang paling aku benci di dunia ini yakni adikku sendiri. Ia adikku, adik tiriku. Perasaan benci itu berawal dari pernikahan kedua orang renta kami, ayahku sungguh mengasihi bundanya Alia (nama adik tiriku) katanya sih cinta pada pandangan pertama waktu ketemu di pulau kecil nusa penida. Tempat rekreasi yang jauh dari kesan keramaian dan keramaian kemacetan kota metropolitan seperti Jakarta ini. Apa mungkin cinta pada persepsi pertama itu betul-betul ada? Kalau ada bagaimanakah rasanya?
Oh ya! hingga lupa aku belum mengenalkan diriku pada kalian. Hem, hem perkenalkan namaku Ditan Rama Diputra, seorang pelajar dari SMA yang cukup ternama di Jakarta, dengan muka ganteng, kulit putih, dan senyum yang amat bagus. Ada yang minat? Kalo ada ni nomor hempon me: 081999, bercanda kok. Jangan murka yah! Ayo lanjut. Makanan favoritku betutu sambel hijau dari Bali dan Ledok dari Nusa Penida yang sering dibentuk oleh nyokap tiri dikala mengenang kenangan bersama Pak Wayan sahabat sekilas yang ditemui nyokap dan bokap waktu di Nusa Penida, aku andal dalam segala bidang, terlebih lagi aku selalu menang dalam segala permainan baik game online, sepak bola, futsal, basket, kriket, bahkan panco sekalipun.
Tak ada gading yang tak retak artinya niscaya tahu kan? ya saya juga hebat termasuk dalam kelas insan itu walau saya jago memainkan berbagai macam permainan tetapi saya tidak mampu dan tidak pernah mau memainkan permainan ini! Permainan yang bisa menciptakan seseorang terluka, apa kalian mampu menebak permainan apakah itu? salah, bukan. Apa kalian sudah mengalah? Jawabannya ialah memainkan perasaan seseorang. Bukan berniat sok atau ingin mendapat kebanggaan dari kalian tapi bagiku perasaan bukan hal yang bisa dimainkan bukan juga barang yang seenaknya diperlakukan, persaan itu patut dijaga, agar kelak mampu digunakan untuk menyayangi dan menyayangi malaikat pendampingmu di dunia ini.
Pertama libur semester ialah hari peringatan maut bunda di hari ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun nyokap tiriku. Bagiku tante Nia ialah orang yang diantarTuhan untuk saya dan ayah selaku pengganti bunda, saya sangat menyayangi tante Nia walau sampai detik ini aku belum bisa menyebut beliau dengan panggilan bunda tapi dia tidak pernah merasa keberatan. Kehadirannya di rumah ini menciptakan hari-hariku indah kecuali satu orang yang tidak pernah saya ingin menjadi bab dari anggota keluargaku kalian niscaya tahu kan, iya Alia Nia Winata.

Sarapan pagi sudah disiapkan, situasi tenang di saat makan yang terdengar hanya suara sendok dan pisau yang memotong roti, kata ini terucap begitu saja dari mulutku.
“Selamat ulang tahun Bunda Nia”.

Dua pasang bola mata melotot ke arahku. Mereka melamun, tidak ada respon. Tante Nia hanya mengeluarkan setetes air mata, yang meluncur ke pipinya. Dengan bibir sedikit tersenyum. Aku merasa galau dan mengajukan pertanyaan-tanya kenapa dia menangis apa aku telah menyakiti hatinya?
“Maaf Bun, jika Rama menciptakan Bunda menangis! tetapi jujur Rama tidak berniat begitu”.
Ia menggelengkan kepala kemudian memeluk Rama.

“Terima kasih sayang air mata yang menetes ini yaitu air mata kebahagiaan untuk ucapan yang selam dua tahun terakhir ini yang ingin Bunda dengar dari lisan kau”.
“Ayah merasa senang Ram mendengar kata itu keluar dari ekspresi hero kecil ayah yang sudah mulai sampaumur dan mau mendapatkan Nia selaku ibu kamu”.  timpal ayah.
“Sebenarnya semenjak ayah dan bunda Nia menikah saya ingin sekali mengundang Bunda Nia dengan istilah Bunda, namun saya takut yah” Terdiam.
“Kamu takut kenapa Ram?”

Rama menjajal untuk bicara dengan bunyi gemetar “Aku takut jika saya mulai membuka hatiku, dan membiarkan Bunda Nia menyayangiku, menganggapku selaku anaknya. Aku akan melalaikan Bunda yang sudah melahirkan bukan cuma Bunda Nia dan menilai dia sebagai Ibu Kandungku sendiri, dan kemudian pergi meninggalkan aku sama mirip Bunda, bagaimana bisa aku bertahan dan melanjutkan hidup ini”kataku dengan mata yang digelinangi air mata.

Mendengar hal itu Bunda makin terisak kemudian memelukku dengan makin erat, ia begitu terkejut dan merasa bahagia. Atas insiden ini ayah menjajal menjelaskan kepadaku bahwa sebenarnya tiada insan yang ingin meninggalkan orang yang mereka sayangi. Itu semua sudah menjadi aturan alam atau suratan takdir yang telah dibawa oleh insan itu sendiri semenjak dia dilahirkan.

Sebagai perayaan alasannya saya telah mengundang tante Nia dengan sebutan Bunda, ayah mengajak kami sekeluarga untuk berlibur. Dan kawasan yang dipilih adalah Bali, daerah kenangan termanis dalam hidup pasangan pengantin paruh baya ini. Sebagai anak, aku mesti mengalah apalagi lagi Bali juga daerah favoritku. Di sana saya bisa menyalurkan hobi gres mirip mencoba bermain skiy atau menjajal menunggangi sang kuda besi keliling perairan bali (motor sekiy). Kurasa liburanku tidak akan berkesan bila si banyabicara (Alia) ternyata tinggal di Bali.

Sebenarnya saya tidak pernah mengenal sosok Alia alasannya sejuurnya selama pernikahan kedua orang bau tanah kami Alia lebih menentukan ikut dengan saudara papanya daripada ikut dengan Bunda Nia. Aku mampu tidak senang Alia padahal kami belum bertatap wajah secara pribadi sebab ayah senantiasa membandingkanku dengannnya dalam segala bidang. Dalam bidang pelajaran, Alia senantiasa menjadi juara 1 sedangkan aku cuma mendapat peringkat 3 itupun cuma di kelas. Alia sungguh mampu berdiri diatas kaki sendiri dan saya manja, Alia nggak pernah ngeboros dan aku senantiasa hura-hura, Alia inilah, itulah, beginilah, begitulah. Pokoknya yang anggun-cantik selalu Alia yang buruk-buruk pasti datangnya ke aku. Aku merasa Alia itu telah merusak harga diriku di depan ayah, makanya saya sangat, sungguh membecinya.

Pekerjaan kantor yang mendesak menciptakan ayah tidak bisa ikut pergi. Sedangkan Bunda sendiri diminta ayah untuk tetep di Jakarta bersamanya agar beliau tidak kesepian, terpaksa aku berangkat sendiri menuju Bali.

Oleh: Wayan Nilawati
Demikianlah yang mampu admin bagikan perihal pemahaman cerpen keluarga lengkap dengan misalnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan ini berguna buat kemajuan mencar ilmu anak ajar di sekolah. Selamat mencar ilmu, agar berguna, dan terima kasih.


Posted

in

by

Tags: