Bahasa Indonesia Kelas 9 (Revisi)

Bahasa Indonesia Kelas 9 (Revisi)” width=”400″ />

Si pengusaha pun menolak proposal si rentenir. Tapi, rentenir itu tidak menyerah dan mengajukan sebuah penawaran baru. Ia akan mengambil dua watu dan dimasukkannya ke dalam kantung, si usahawan dipersilakan mengambil satu kerikil dari kantung itu. Jika ternyata yang diambil batu hitam, mata hutang si pebisnis akan dihapus tapi anak perempuannya akan dinikahi si rentenir.
Si pebisnis pun menyetujui ajuan tersebut. Mereka kemudian mengambil watu dari pekarangan. Saat mengambil kerikil, pebisnis itu melihat si rentenir memasukkan dua kerikil hitam ke kantung. Pengusaha lalu berpikir keras untuk keluar dari situasi yang tak menguntungkan itu. Saat kantung disodorkan, dia mengambil satu batu lalu dia pura-pura tersandung dan menjatuhkan batunya.
“Aduh, maafkan kecerobohanku, Tuan. Aku tadi sudah mengambil batu tetapi terjatuh. Mungkin kita bisa menyaksikan warna watu yang tersisa, aku alasannya saya niscaya mengambil kerikil yang sebaliknya,” kata di usahawan. Pengusaha cerdik itu menjatuhkan kerikil yang digenggamnya semoga tidak sempat di periksa dan mengatakan jikalau mengambil watu yang berlawanan dengan ada di kantung. Sebab, niscaya batu yang tersisa berwarna hitam. Sehingga ia selamat dari perangkap licik si rentenir.
Teks Cerita Inspirasi  5

Berikut ini adalah teladan teks cerita pandangan baru yang berjudul “Jiwa Besar, Berkah Besar” dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas 9. Adapun teladan teksnya ialah selaku berikut.
 

Jiwa Besar, Berkah Besar
Seorang anak yang mengalami cacat tubuh dari lahir, keadaan fisiknya sejak kecil hingga dikala berusia 15 tahun ini, sangatlah lemah. Berjalan pun harus memakai penyangga badan bahkan kursi roda senantiasa dipersiapkan disekitarnya bila tubuhnya tidak lagi memiliki kekuatan untuk melaksanakan aktivitas.