Bahasa Indonesia Kelas Viii (Revisi)

Bahasa Indonesia Kelas VIII (Revisi)” width=”400″ />

 www.
Berikut ini yaitu hasil mengidentifikasi bagian-komponen pembangun teks puisi yang diperdengarkan atau Dibaca. Adapun hasil dari mengidentifikasi komponen-bagian pembangun teks puisi yang diperdengarkan atau Dibaca ialah selaku berikut.
A. Pengertian Teks Puisi
Teks puisi yaitu suatu karya sastra tertulis di mana isinya ialah perasaan seorang penyair dengan menggunakan bahasa yang memiliki arti semantis serta mengandung irama, rima, dan ritma dalam penyusunan larik dan baitnya. Puisi merupakan sebuah karya sastra yang isinya mengandung perumpamaan kata-kata bermakna kiasan dan penyampaiannya dibarengi dengan gaya bahasa yang dipadatkan.
B. Ciri-Ciri Teks Puisi
Di bawah ini yaitu beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh teks puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun beberapa ciri-ciri teks puisi tersebut ialah sebagai berikut.
  1. Menggunakan bahasa yang padat
  2. Memerhatikan diksi
  3. Memunyai daya imajinatif dan figuratif
  4. Memunyai rima
  5. Memunyai irama
  6. Memerhatikan bentuk (tipografi)
C. Unsur-Unsur Teks Puisi
Suatu puisi dibuat oleh struktur batin dan struktur fisik yang ada dalamnya sehingga menjadi satu kesatuan. Adapun unsur-komponen dalam teks puisi adalah sebagai berikut.
1. Struktur Batin
Struktur batin puisi disebut juga sebagai hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal, seperti:
a. Tema/Makna (sense)
Tema/makna ialah komponen utama dalam puisi alasannya adalah mampu menjelaskan makna yang ingin disampaikan oleh seorang penyair di mana medianya berbentukbahasa.
b. Rasa (feeling)
 Rasa yaitu perilaku sang penyair terhadap sebuah persoalan yang diungkapkan dalam puisi. Pada lazimnya , perumpamaan rasa ini sangat berkaitan dengan latar belakang sang penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial, dan sebagainya.
c. Nada (tone)
Nada ialah perilaku seorang penyair kepada audiensnya serta sungguh berhubungan dengan makna dan rasa. Melalui nada, seorang penyair mampu memberikan sebuah puisi dengan nada mendikte, menggurui, menatap rendah, dan sikap yang lain terhadap audiens.
d. Tujuan (intention)
Tujuan adalah sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyair kepada audiensnya.
2. Struktur Fisik
Struktur fisik suatu puisi disebut juga dengan sistem penyampaian hakikat sebuah puisi, yang berisikan beberapa hal berikut ini.
a. Perwajahan Puisi (tipografi)
Tipografi yaitu bentuk format suatu puisi, mirip pengaturan baris, tepi kanan-kiri, halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. Perwajahan puisi ini sangat besar lengan berkuasa pada pemaknaan isi puisi itu sendiri.
b. Diksi 
Diksi ialah pemilihan kata yang dijalankan oleh seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya sehingga ditemukan imbas sesuai dengan yang diingikan. Pemilihan kata pada puisi sungguh berhubungan dengan makna yang ingin disampaikan oleh penyair.
c. Imaji
Imaji ialah susunan kata dalam puisi yang bisa mengungkapkan pengalaman indrawi sang penyair (pendengaran, pandangan, dan perasaan) sehingga mampu memengaruhi audiens seakan-akan mencicipi yang dialami sang penyair.
d. Kata Konkret
Kata kasatmata yakni bentuk kata yang bisa ditangkap oleh indera insan sehingga mengakibatkan imaji. Kata-kata yang digunakan biasanya berupa kiasan (imajinatif), misalhnya penggunaan kata ‘salju’ untuk menjelaskan kebekuan jiwa.
e. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yakni penggunaan bahasa yang mampu mengakibatkan efek dan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif sehingga  mengandung banyak makna. Gaya bahasa ini disebut juga dengan majas.
f. Rima/Irama
Rima/irama adalah adanya persamaan suara dalam memberikan puisi, baik di permulaan, tengah, maupun di simpulan puisi. Beberapa bentuk rima yakni:
  1.  Onomatope, ialah tiruan kepada sebuah bunyi. Misalhnya ‘ng’ yang mengandung imbas magis.
  2. Bentuk intern teladan bunyi, yakni aliterasi, asonansi, persamaan simpulan, persamaan permulaan, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya.
  3. Pengulangan kata, adalah penentuan tinggi rendah, panjang-pendek, keras-lemah sebuah bunyi.
D. Contoh Teks Puisi
Berikut ini adalah acuan teks puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun pola teks puisi tersebut adalah sebagai berikut.
Karawang-Bekasi
Karya: Chairil Anwar