Kumpulan 5+ Teladan Teks Persuasif

Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 2 Revisi” width=”400″ />

Orang yang disebut pengguna jalan raya tidak cuma orang-orang yang berkendara di jalan raya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitar jalan raya tersebut, yaitu pejalan kaki. Sudah sewajarnya kalau setiap pengguna jalan berhati-hati saat berada di jalan raya. Hal ini disebabkan kian rendahnya kesadaran masyarakat kepada keselamatan, baik keamanan diri maupun keselamatan pengguna jalan lain. Atas dasar waktu, orang-orang yang kurang mengamati keselamatan tersebut lazimnya beropini “yang penting sampai”. Pendapat tersebut bukan memiliki arti menyetujui bahwa setiap pengguna jalan dapat melakukan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas yang tertulis dalam Undang-Undang kemudian Lintas No. 22 tahun 2009. Hal inilah yang menjadi penyebab utama ancaman di jalan.
Jalan raya dibilang berbahaya alasannya adalah pelanggar-pelanggar kemudian lintas tersebut dapat memicu kecelakaan yang dapat merugikan orang lain. Banyak dampak yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut, mulai dari kemacetan hingga korban meninggal. Indonesia termasuk negara yang memiliki tingkat kecelakaan kemudian lintas tertinggi dunia setelah Tiongkok dan India. Hal tersebut diungkapkan menurut hasil survei WHO dan The Global Report On Road Safety. Tidak heran jika banyak orang menyimpulkan bahwa jalan raya merupakan “penghilang nyawa” paling besar sehabis penyakit kanker. 
Saat menggunakan jalan raya seharusnya kita disiplin untuk melakukan aturan yang menunjang keselamatan dan kenyamanan diri, serta pengguna jalan lain. Kesabaran juga diperlukan oleh pengguna jalan raya. Gunakan jalan raya sesuai dengan fungsinya. Patuhilah setiap rambu lalu lintas. Jangan berkendara dengan kecepatan yang terlalu tinggi, utamanya ketika jalanan ramai. Mari kita saling menghormati sesama pengguna jalan biar tercipta situasi kondusif nyaman di perjalanan.
Beretika di Media Sosial