Tindakan Pementasan Dan Penyajian Teks Drama Modern Dan Drama Tradisional

Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan langkah-langkah pementasan dan penyuguhan teks drama modern dan drama tradisional dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat menolong anak ajar dalam mencari tumpuan ihwal tindakan pementasan dan penyajian teks drama modern dan drama tradisional dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan kali ini mampu memperlihatkan dampak aktual yang bagus bagi pertumbuhan dan kemajuan belajar anak latih dalam mengetahui ihwal langkah-langkah pementasan dan penghidangan teks drama modern dan drama tradisional dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya silakan kalian simak penjelasannya di bawah ini.


 Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan langkah Langkah-Langkah Pementasan dan Penyajian Teks Drama Modern dan Drama Tradisional
www.

A. Langkah-Langkah Pementasan Drama
Berikut ini yaitu beberapa tindakan yang bisa kalian tempuh dalam melaksanakan pementasan drama modern dan drama tradisional. Adapun tindakan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Kenalilah Unsur-Unsur Pementasan Drama
Unsur-komponen dalam drama meliputi alur, tokoh, obrolan, latar, tema, dna amanat. Dalam model pementasan, ada bagian pelengkap ialah kostum, panggung, musik, dan sejenisnya. Siapkanlah hal-hal yang berhubungan dengan bagian-komponen tersebut dengan baik sebelum pementasan.
2. Menentukan Unsur Drama yang Dianggap Menonjol
Dari sekian bagian-bagian drama, pasti terdapat unsur yang paling menarik atau istimewa. Menarik atau tidaknya pementasan drama yang bergantung bagian yang istimewa itu. Oleh sebab itu, komponen tersebut mesti disiapkan dengan sungguh-sungguh selaku contoh, dalam drama “Trio Legendaris, komponen yang paling menonjol yaitu dialog dan alur yang merujuk pada agresi pemberian teman.
3. Menjiwai Watak Tokoh dalam Pementasan Drama
Ketika sudah menghafal dialog tokoh, bukan berarti tugas kita akhir. Kita juga mesti menjiwai wataknya. Jika tidak, tokoh yang kita perankan akan terasa datar, dingin, dan tidak menarik. Untuk itu, kita harus mengenal betul sopan santun tokoh yang akan kita perankan. Watak tokoh ini mampu dilihat dari obrolan serta gerak-geriknya. Siapkanlah hal-hal yang menunjang untuk menguatkan adab tersebut. Sebagai contoh, moral tokoh Satrio dalam drama “Trio Legendaris” yang agak arogan dapat disokong dengan verbal angkuh dan senyuman meremehkan. Penjiwaan yang bagus akan membangkitkan huruf dan tentu akan menghindupkan karakter dan pasti akan menjadi drama menarik.
4. Membagi Peran Sesuai dengan Keahlian
Bagian inilah yang terpenting sebelum pementasan, adalah membagi tugas. Perlu diamati bahwa tugas yang dimaksud bukan cuma peran di atas panggung. Peran dalam drama mencakup siapa pun yang terlibat, tergolong orang-orang di belakang panggung. Peran yang sempurna akan mendukung keberhasilan pementasan.
B. Langkah-Langkah Penyajian Teks Drama
Drama dapat disuguhkan melalui naskah (teks) dan pementasan. Berikut ialah beberapa langkah penyajikan drama.
1. Ciptakanlah Tokoh Utama
Inti drama yakni dialog dan dialog diucapkan oleh tokoh. Tokoh yang menjadi pusat kisah adalah tokoh utama. Oleh alasannya adalah itu, langkah awal ialah menentukan tokoh utama. Tentukanlah nama, sopan santun, dan gaya bicaranya. Dengan begitu, kalian telah menentukan inti yang menjadi “nyawa” drama kalian pastinya. Sebagai contoh dalam drama “Trio Legendaris”, tokoh utamanya berjulukan Satrio. Watak Satrio agak terlalu percaya diri dan angkuh.
2. Ciptakanlah Konflik yang Menjadi Inti Cerita
Tiap cerita digerakkan oleh konflik, tergolong drama. Oleh alasannya adalah itu, sehabis tokoh utama ada, langkah berikutnya ialah menentukan konflik utama yang terjadi pada tokoh utama tersebut. Sebagai acuan, pertentangan yang terjadi pada Satrio adalah diadang oleh siswa SMA yang ingin balas dendam.
3. Ciptakanlah Latar yang Mendukung
Latar yang mendukung akan membangkitkan cerita. Namun, perlu diamati bahwa latar yang kita ciptakan haruslah memungkinkan untuk diwujudkan dalam panggung. Sebagai pola, sangat susah menyajikan latar kejar-kejaran kendaraan beroda empat dalam panggung. Oleh karena itu, kita harus mengetahui benar keterbatasan panggung.
4. Susunlah Alur
Setelah tokoh, latar, dan konflik terbentuk. Susunlah alur yang menyatukan ketiganya. Susunlah alur dengan logis. Tempatkanlah peristiwa yang satu dengan peristiwa yang secara cermat. Jangan hingga ada lubang di dalam alur cerita yang mau membuat semuanya tidak masuk logika.
5. Buatlah Kerangka
Peristiwa apa sajakah yang mau terjadi? Inilah yang harus kita susun kerangkanya sampai dongeng simpulan. Sebagai pola, kerangka adegan dalam drama “Trio Legendaris” yaitu sebagai berikut.
6. Kembangkanlah Kerangka Menjadi Naskah Drama yang Utuh
Berdasarkan kerangka yang telah dibuat, kita dapat dengan gampang menyusun naskah drama. Tambahkan penjelasan latar, kata-kata narator, nama tokoh, dan isyarat lakuan. Naskah drama kalian sudah jadi. Namun, jangan lupa untuk membacanya lagi. Pastikan, tidak ada bab yang terasa asing. Kalian juga dapat memintan tunjangan orang lain membacanya untuk memberi masukan.
Demikianlah yang dapat admin bagikan ihwal langkah-langkah pementasan dan penghidangan teks drama modern dan drama tradisional. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat berguna buat anak didik utamanya dalan pementasan dan penyajian suatu teks drama. Kiranya berguna dan terima kasih.

Posted

in

by

Tags: