8+ Pedoman Pemakaian Huruf Yang Benar Dalam Bahasa Indonesia (Revisi Terbaru)

Pada peluang kali ini admin akan membagikan kumpulan pemikiran lazim pemakaian aksara yang bagus dan benar dalam bahasa Indonesia. Semoga apa yang admin bagikan kali ini mampu menolong anak latih dalam mencari referensi perihal anutan umum pemakaian abjad yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia. Dan prospeknya, apa yang admin bagikan kali ini dapat menolong anak latih dalam memahami ajaran umum pemakaian aksara yang bagus dan benar dalam bahasa Indonesia.

 Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kumpulan pedoman umum pemakaian huruf yang 8+ Pedoman Pemakaian Huruf yang Benar dalam Bahasa Indonesia (Revisi Terbaru)

Pemakaian Huruf Abjad

Abjad yang dipakai dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas 26 karakter. Adapun huruf-abjad tersebut yaitu selaku berikut.

Huruf
Nama
Kapital
Kecil
A
a
a
B
b
be
C
c
ce
D
d
de
E
e
e
F
f
ef
G
g
ge
H
h
ha
I
i
i
J
j
je
K
k
ka
L
l
el
M
m
em
N
n
en
O
o
o
P
p
pe
Q
q
ki
R
r
er
S
s
es
T
t
te
U
u
u
V
v
ve
W
w
we
X
x
eks
Y
y
ye
Z
z
zet

Pemakaian Huruf Vokal

Huruf Vokal yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas aksara a, e, i, o, dan u.

Huruf Vokal
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
a
adik
ragu
Lusa
e*
Elang
Rela
Sore
i
Injak
Bicara
Rugi
o
Olah
Pola
Kado
u
umur
rupa
pandu
Keterangan:
Untuk keperluan pelafalan kata yang benar, tanda aksen ( ‘ ) mampu digunakan jika ejaan kata menyebabkan keraguan.
Misal:
Ia suka menyukai film seri itu. (sèri)
Pertandingan catur itu berakhir seri.

Pemakaian Huruf Konsonan

Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas aksara-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
Huruf Konsonan
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Awal
b
bakar
mahir
alasannya adalah
c
curi
lacak
d
data
pada
komitmen
f
fasih
kafan
aktif
g
gula
harga
gudeg
h
mesti
lahan
tambah
j
jaring
raja
mikraj
k
bergairah
saksi
batik
l
lampu
silat
bakal
m
mata
simpulan
senam
n
nila
panah
kapan
p
pisang
lipat
ratap
q**
quran
status quo
taufiq
r
raba
hari
putar
s
siram
bacin
tangkas
t
tolak
kasta
lingkaran
v
vitamin
larva
w
wajib
bawa
takraw
x**
xerox
sinar-x
y
yakin
wayang
z
zaman
izin
juz
Keterangan:
  • Huruf melambangkan suara hamzah.
  • Huruf q dan x khusus digunakan untuk nama diri (mirip Taufiq dan Xerox) dan kebutuhan ilmu (seperti status quo dan sinar-x).

Pemakaian Huruf Diftong

Diftong dalam tata cara bahasa Indonesia dilambangkan dengan ai, au, dan oi.

Huruf Diftong
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
ai
ain
malaikat
tangkai
au
audio
kerabat
lampau
oi
boikot
amboi

Pemakaian Gabungan Huruf Konsonan

Gabungan abjad konsonan dalam sistem bahasa Indonesia terdiri atas kh, ng, ny, dan sy, masing-masing melambangkan satu suara konsonan.
Gabungan H. K.
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
kh
khawatir
makhluk
tarikh
ng
ngilu
sangkal
ihwal
ny
nyala
sunyi
sy
syarat
dahsyat
amboi

Pemakaian Huruf Kapital

  1. Huruf kapital atau abjad besar dipakai selaku abjad pertama kata pada permulaan kalimat. Misalkan, Hujan deras mengguyur kota Samarinda.
  2. Huruf kapital digunakan sebagai abjad pertama petikan langsung. Misalkan, Ibu mengajukan pertanyaan, “Di mana daerah membeli cinderamata itu?”
  3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan istilah yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya, Islam- Quran, Budha-Weda, Allah-Yang Mahaperkasa.
  4. Huruf kapital digunakan selaku aksara pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang dibarengi nama orang. Misalnya, Mahaputra Yamin, Sultan Hasanuddin.
  5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama komponen nama jabatan yang disertai nama orang, nama instansi, atau nama daerah yang digunakan selaku pengganti nama orang tertentu. Misalkan, Jenderal Sudirman, Wakil Presiden Adam Malik.
  6. Huruf kapital digunakan selaku huruf pertama bagian-bagian nama orang. Misalnya, Taufik Ismail, Ahmad Yani.
  7. Huruf kapital dipakai selaku karakter pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya, bahasa Jepang, suku Minang.
  8. Huruf kapital digunakan selaku karakter pertama nama tahun, bulan, dan hari raya. Misalnya, tarikh Masehi, bukan Januari, hari Sabtu.
  9. Huruf kapital dipakai selaku abjad pertama unsur-unsur nama diri geografi. Misalnya, Cilacap, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab.
  10. Huruf kapital dipakai sebagai karakter pertama semua unsur nama resmi negara, forum resmi, forum ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, mirip dan, oleh, atau, untuk. Misalnya, Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informasi.
  11. Huruf kapital digunakan sebagai aksara pertama setiap unsur bentuk ulang tepat yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, tubuh, dokumen resmi, dan judul karangan. Misalnya, UUD 1945, Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pemakaian Huruf Miring

1. Huruf miring dalam cetakan digunakan untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. 
Misalnya:
Puisi-puisinya kerap timbul dalam majalah Horison.
2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk memastikan atau mengkhususkan aksara, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Misalnya:
Buletin ini hanya untuk kalangan terbatas.

3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia.
Misalnya:
Politik de et impera merupakan seni manajemen yang dipergunakan Belanda untuk mencerai-beraikan negeri ini.

Pemakaian Huruf Tebal

1. Huruf tebal dalam cetakan digunakan untuk menuliskan judul buku, bagian, bab bagian, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran.
Misalnya:
Judul :
Sengsara Membawa Nikmat
Bab :
BAB I PENDAHULUAN
BAB II LANDASAN TEORI
bab bab:
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Tujuan Penelitian
Daftar indek dan lampiran:
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMBANG
DAFTAR PUSTAKA
INDEKS
LAMPIRAN

2. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk memastikan atau mengkhususkan abjad, bagian kata, kata, atau kalangan kata; untuk kebutuhan itu digunakan karakter miring.
Misalnya:
Akhiran -i tidak dipenggal pada ujung baris.
Saya tidak mengambil bukumu
Gabungan kata kerjasa sama ditulis terpisah.

Seharusnya ditulis dengan aksara miring:

Akhiran -i tidak dipenggal pada ujung baris.
Saya tidak mengambil bukumu
Gabungan kata kerjasa sama ditulis terpisah.

3. Huruf tebal dalam cetakan kamus digunakan untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi.
Misalnya:
cair (ks) 1 bersifat mirip air; 2 encer
mencair (kk) 1 menjadi cair; 2 (kiasan) telah baik kembali (hubungan antamanusia)
Mencairkan (kk) 1 membuat jadi cair; mengencerkan; 2 (kiasan) memulihkan hubungan.


Posted

in

by