Mencurigai Bahaya Terhadap Nkri (Part 1)

Materi Pkn Kelas XI PGRI 2
A. Mewaspadai Ancaman Terhadap Integrasi Nasional


Keanekaragaman atau kebhinekaan merupakan sebuah hal yang tidak bisa disingkirkan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang mencakup kebhinekaan suku bangsa, bahasa, akhlak istiadat dan sebagainya.
                    Kebhinekaan dibilang sebagai suatu potensi, karena hal tersebut akan menciptakan bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan mempunyai kekayaan alam dan budaya yang melimpah yang dapat menarik perhatian para turis asing untuk mendatangi Indonesia.
                    Kebhinekaan bangsa Indonesia juga ialah suatu tantangan bahkan bahaya, karena dengan adanya kebhinekaan tersebut mudah membuat penduduk Indonesia berlainan pendapat yang lepas kontrol, mudah tumbuhnya perasaan kedaerah yang amat sempit yang sewaktu bisa menjadi ledakan yang mau mengancam integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa.
Oleh alasannya segenap warga negara harus mencurigai segala bentuk bahaya yang dapat memecah belah bangsa Indonesia dengan senantiasa mendukung segala upaya atau taktik pemerintah dalam mengatasi aneka macam acaman tersebut.
Dampak posisi silang negara Indonesia pada faktor-apek kehidupan sosial, antara lain:
1.                   Penduduk Indonesia berada diantara kawasan berpenduduk padat di utara dan tempat berpenduduk jarang di selatan.
2.                   Ideologi Indonesia terletak antara komunisme di utara dan liberalisme di selatan.
3.                   Demokrasi Pancasila berada diantara demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan.
4.                   Ekonomi Indonesia berada diantara tata cara ekonomi sosialis di utara dan metode ekonomi kapitalis di selatan.
5.                   Masyarakat Indonesia berada diantara penduduk sosialis di utara dan masyarakat individualis di selatan.
6.                   Kebudayaan Indonesia dinatara kebuadayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan.
7.                   Sistem pertahanan dan keselamatan Indonesia berada diantara metode pertahanan continental di utara dan sistem pertahanan bahari di barat, selatan dan timur.
Dampak kasatmata  dari keadaan tersebut:
                    Berperan dalam  perkembangan bangsa Indonesia.
                    Memperkokoh keberadaan Indonesia selaku negara yang tidak mampu disepelekan perannya dalam menunjang pertumbuhan serta terciptanya perdamaian dunia.
                    Dampak konkret  dari keadaan tersebut :
                    Mejadikan Indonesia sebagai negara yang tidak terbebas dari ancaman yang dapat memecah belah bangsa.
Ancaman bagi integrasi nasional bisa tiba dari luar maupun dari dalam negeri. Ancaman tersebut umumnya berupa ancaman militer dan non-militer.
1. Ancaman Militer
                    Adalah ancaman yang memakai kekuatan bersenjata dan terorganisasi yang dinilai mempunyai kesanggupan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan daerah, dan keselamatan segenap bangsa.
                    Dapat berupa :agresi/invasi, pelanggaran kawasan, pemberontakan bersenjata, sabotase, mata-mata, agresi teror bersenjata, dan bahaya keselamatan laut dan udara.
                    Invasi ialah bentuk agresi yang berukuran paling besar dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah suatu negara.
                    Bangsa Indonesia pernah merasakan pahitnya diinvasi atau diserang oleh Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia sebanyak dua kali, adalah 21 Juli 1947 dan 19 Desember 1948.
                    Bentuk lain dari bahaya militer yang potensi terjadinya cukup tinggi adalah langkah-langkah pelanggaran daerah (kawasan bahari, ruang udara dan daratan) Indonesia oleh negara lain.
                    Ancaman militer dapat pula terjadi dalam bentuk pemberontakan bersenjata. Hal ini dapat muncul dan dilaksanakan baik oleh pihak-pihak tertentu di dalam negerimaupun  oleh kekuatan aneh, baik secara terbuka maupun secara tertutup.
                    Bangsa Indonesia pernah mengalami sejumlah aksi pemberontakan bersenjata yang dilaksanakan oleh gerakan radikal, seperti DI/TII, PRRI, Permesta, Pemberontakan PKI Madiun, serta G-30-S/PKI. Kegiatan tersebut mengancam pemerintahan yang sah serta mengancam  tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
                    Indonesia memiliki sejumlah objek vital nasional dan instalasi strategis yang beresiko kepada aksi sabotase, sehingga harus dilindungi. Dilakukan dengan mempertinggi kewaspadaan yang disokong oleh teknologi yang bisa mendeteksi dan mencegah secara dini.
                    Kegiatan mata-mata dilaksanakan secara tertutup  oleh distributor-mata-mata dalam  mencari dan menerima rahasia pertahanan negara dari negara lain.
                    Aksi teror bersenjata ialah bentuk aktivitas terorisme yang mengancam keamanan bangsa dengan menebarkan rasa panik yang mendalam serta menjadikan korban tanpa mengenal rasa perikemanusiaan.
                    Wilayah perairan serta daerah udara Indonesia yang terhampar pada pelintasan transportasi dunia yang padat, baik transportasi maritim maupun dirgantara, berimplikasi terhadap tingginya peluanggangguan bahaya keamanan laut dan udara.
                    Bentuk-bentuk gangguan keselamatan di laut dan udara dapat meliputi pembajakan atau perompakan, penyelundupan senjata, amunisi dan bahan peledak atau bahan lain yang dapat membahayakan keamanan bangsa, penangkapan ikan secara ilegal, atau pencurian kekayaan di laut, tergolong pencemaran lingkungan.
2. Ancaman Non-Militer
Ancaman non-militer pada hakikatnya bahaya yang memakai aspek-faktor non-militer dinilai mempunyai kesanggupan yang membahayakan kedaulatan negara, kepribadian bangsa, keutuhan kawasan negara, dan keamanan segenap bangsa. Ancaman ini salah satunya disebabkan oleh pengaruh negatif dari globalisasi.
a. Ancaman di Bidang Ideologi
Liberalisme yang didukung oleh Amerika Serikat tidak hanya mempengaruhi hampir semua negara di dunia, tergolong indonesia.  Hal ini sebagai balasan dari kurun globalisasi. Globalisasi ternyata mampu meyakinkan kepada masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat menjinjing insan ke arah perkembangan dan kesejahteraan. Akan tetapi, pada umumnya pengaruh yang diambil justru yang bernilai negatif, misalnya dalam gaya hidup yang diliputi kemewahan, pergaulan bebas yang condong mengaruh pada dilakukannya perilaku seks bebas dan sebagainya. Hal tesebut pastinya apabila tidak dituntaskan akan menjadi bahaya bagi kepribadian bangsa Indonesia yang sebenarnya.
b. Ancaman di Bidang Politik
Ancaman di bidang politik dapat bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri. Dari luar negeri, ancaman di bidang politik dilaksanakan oleh sebuah negara dengan melakukan tekanan politik kepada Indonesia. Intimidasi, provokasi, atau blokade politik ialah bentuk bahaya non-militer berdimensi politik yang kerap kali dipakai oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain.
Ancaman yang berdimensi politik yang bersumber dari dalam negeri dapat berupa penggunaan kekuatan berupa pengerahan massa untuk menumbangkan suatu pemerintahan yang berkuasa, atau menggalang kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan pemerintah. Selain itu, bahaya separatisme merupakan bentuk lain dari ancaman politik yang muncul di dalam negeri. Sebagai bentuk ancaman politik, separatisme dapat menempuh teladan usaha politik tanpa ini menandakan bahwa bahaya di bidang politik memiliki tingkat resiko yang besar yang mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keamanan bangsa.
c. Ancaman di Bidang Ekonomi
Pada dikala ini ekonomi sebuah negara tidak mampu berdiri sendiri. Hal tersebut merupakan bukti faktual dari efek globalisasi. Globalisasi perekonomian ialah suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang kian terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara.
Adapun imbas negatif globalisasi ekonomi yang dapat menjadi bahaya kedaulatan Indonesia khususnya dalam bidang ekonomi diantaranya :
                    Indonesia akan dibanjiri oleh barang-barang dari luar, sehingga barang-barang  lokal kian terdesak alasannya kalah berkompetisi.
                    Seiring dengan makin gampangnya orang ajaib menanamkan modalnya di Indonesia, yang pada alhasil mereka dapat mendikte atau menekan pemerintah atau bangsa kita.
                    Timbulnya kesenjangan sosial yang tajam sebagai balasan dari adanya kompetisi bebas. Pihak yang menang akan dengan leluasa memonopoli pasar, sedangkan yang kalah akan menjadi penonton yang selalu tertindas.
                    Sektor-sektor ekonomi rakyat yang diberikan subsidi kian berkurang, koperasi kian sukar meningkat dan penyerapan tenaga kerja dengan pola padat karya makin ditinggalkan, sehingga angka pengangguran dan kemiskinan sukar dikendalikan.
                    Memperburuk kesempatan kemajuan ekonomi jangka panjang.kemajuan ekonominya menjadi tidak stabil. Pendapatan nasional dan peluang kerja akan makin lambat pertumbuhannya dan duduk perkara pengangguran tidak dapat diatasi atau malah makin memburuk. distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan persoalan sosial ekonomi masyarakat kian bertambah jelek.
d. Ancaman di Bidang Sosial Budaya
                    Dibedakan atas ancaman dari dalam, dan ancaman dari luar.
                    Ancaman dari dalam didorong oleh isu-berita kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu tersebut menjadi titik pangkal timbulnya masalah, mirip separatisme, terorisme, kekerasan, dan peristiwa akhir perbuatan insan.
Ancaman dari luar muncul sebagai balasan dari dampak negatif globalisasi, diantaranya yakni :
                    Munculnya gaya hidup konsumtif dan senantiasa memakan barang-barang dari luar negeri.
                    Munculnya sifat hedonisme, yakni kenikmatan pribadi dianggap selaku sebuah nilai hidup tertinggi. hal ini membuat insan suka memaksakan diri dan berani melanggar norma-norma.
                    Adanya sikap individualisme yang dapat menimbulkan ketidakpedulian kepada orang lain.
                    Munculnya gejala westernisasi, ialah pola hidup yang senantiasa berorientasi terhadap budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu sehingga bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku.
                    Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian dan kesetiakawanan sosial.
                    Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
B. Strategi dalam Mengatasi Berbagai Ancaman Dalam Membangun Integrasi Nasional
1.     Strategi dalam Mengatasi Ancaman Militer
Strategi pertahanan dan keselamatan bangsa Indonesia dalam menanggulangi ancaman militer telah dikelola  dalam Pasal 30 ayat 1 hingga 5 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa:
1.                   Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib berpartisipasi dalam perjuangan pertahanan dan keamanan negara.
2.                   Usaha pertahanan dan keamanan negara dijalankan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia, selaku kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.
3.                   TNI terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.
4.                   Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang mempertahankan kemanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan aturan.
5.                   Susunan dan kedudukan TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia, korelasi kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam mengerjakan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keselamatan diatur dengan undang-undang.
Dari informasi diatas dapat dimengerti bahwa strategi pertahanan dan kemanan negara untuk menanggulangi aneka macam macam bahaya militer dijalankan dengan memakai metode pertahanan dan keselamatan rakyat semesta (Sishankamrata). Sistem pertahanan dan kemanan rakyat semesta pada hakikatnya merupakan segala upaya mempertahankan pertahanan dan keselamatan negara yang seluruh rakyat dan segenap sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh daerah negara sebagai satu kesatuan pertahanan yang utuh dan menyeluruh.
Sistem pertahanan dan keselamatan negara yang bersifat semesta bercirikan:
                    Kerakyatan, ialah orientasi pertahanan dan kemanan negara diabdikan oleh dan untuk kepentingan seluruh rakyat.
                    Kesemestaan, adalah seluruh sumber daya nasional didayagunakan bagi upaya pertahanan.
                    Kewilayahan, yaitu gelar kekuatan pertahanan dilaksanakan secara menyebar di seluruh kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan kondisi geografis sebagai negara kepulauan.
Agar pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan dapat terlaksana secara efektif dan efisien, diupayakan keterpaduan yang sinergis antara unsur militer dengan komponen militer yang lain, maupun antara kekuatan militer dengan kekuatan non militer.
                    Keterpaduan antara unsur militer diwujudkan dalam keterpaduan tiga kekuatan militer Republik Indonesia, adalah keterpaduan antar kekuatan darat, kekuatan laut, dan kekuatan udara.
                    Keterpaduan antara kekuatan militer dan kekuatan non-militer diwujudkan dalam keterpaduan antar unsur utama, unsur cadangan, dan komponen pendukung.
Ancaman Tradisional
                    Merupakan ancaman militer dari negara lain.
                    contohnya berupa invasi dan  pertentangan terbatas yang berkaitan dengan pelanggaran kawasan dan atau menyangkut persoalan perbatasan.
                    Komponen Utama disiapkan untuk melakukan Operasi Militer untuk Perang (OMP).
                    Penggunaan kekuatan pertahanan untuk tujuan perang cuma dikerjakan selaku jalan terakhir bila cara-cara hening tidak sukses.
                    Ancaman Non-Tradisional
                    Adalah ancaman yang dilakukan oleh aktor non-negara terhadap keutuhan kawasan, kedaulatan negara, dan keamanan bangsa Indonesia.
                    Contohnya dapat berbentuk gerakan separatis bersenjata, terorisme internasional maupun domestik, agresi radikal, pencurian sumber daya alam, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan berbagai bentuk aksi ilegal lain yang berskala besar.
                    Dalam hal ini kekuatan pertahanan, utamanya Tentara Nasional Indonesia, juga disiapkan untuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
2. Strategi dalam Mengatasi Ancaman Non-Militer
Strategi pertahanan non-militer ialah segala perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari bahaya faktor ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, teknologi, berita, komunikasi, keselamatan lazim, dan hukum.
a. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ideologi dan Politik
Ada empat hal yang selalu dikedepankan oleh globalisasi dalam bidang ideologi dan politik, ialah demokratisasi, kebebasan, keterbukaan danhak asasi insan. Keempat hal tersebut oleh negara-negara adikuasa (Amerika Serikat dan sekutunya) dijadikan tolok ukur atau acuan bagi negara-negara lainnya yang tergolong selaku negara berkembang. Tidak jarang jika sebuah negara tidak mengedepankan empat hal tersebut dalam kehidupan politik di negaranya, maka negara tersebut akan dianggap selaku musuh bersama.  Sebagai contoh Indonesia pernah diembargo dalam bidang ekonomi oleh Amerika Serikat, ialah tidak menawarkan sparepart pesawat F-16 dan pinjaman militer lainnya, alasannya pada waktu itu Indonesia dituduh tidak demokratis dan melanggar hak asasi insan.  sementara sekutunya tetap dibiarkan meskipun melaksanakan pelanggaran. Misalnya Israel yang banyak membunuh rakyat Palestina dan meyerang Libanon tetap direstui tindakannya tersebut oleh Amerika Serikat.
Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia sebagai negara yang menganut paham demokrasi Pancasila harus bisa menumbuhkan pemerintahan yang kuat,mampu berdiri diatas kaki sendiri dan tahan uji serta bisa mengelola konflik kepentingan yang mampu menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang pluralistik, dengan tetap memperteguh wawasan kebangsaan yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika.
Untuk mencapai hal tersebut, bangsa Indonesia mesti secepatnya mewujudkan hal-hal sebagai berikut:
                    Mengembangkan demokrasi politik.
                    Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik.
                    Mengadakan reformasi forum-forum politik agar menjalankan fungsi dan peranannya secara baik dan benar.
                    Memperkuat iman rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan yang higienis dan berwibawa.
                    Menegakkan supremasi aturan.
                    Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik internasional.
b. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi
          Globalisasi ekonomi lebih dikendalikan oleh negara-negara maju. Sementara negara-negara berkembang kurang diberi ruang dan peluang untuk memperkuat perekonomiannya.
          Hal tersebut dikarenakan lembaga-lembaga ekonomi dunia mirip IMF (International Monetary Fund), Bank Dunia (World Bank) dan WTO (World Trade Organization) belum sepenuhnya memihak kepentingan negara-negara meningkat . Dan senantiasa berada di bawah pengawasan pemerintahan negara-negara maju, sehingga semua kebijakannya selalu memihak kepentingan-kepentingan negara maju.
          Untuk melumpuhkan bahaya di bidang ekonomi dan memperkuat kemandirian bangsa perlu kiranya secepatnya diwujudkan hal-hal di bawah ini :
1.                 Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri, sehingga memperkuat perekonomian rakyat.
2.                 Pertanian dijadikan prioritas utama, alasannya mayoritas penduduk Indonesia bermatapencaharian selaku petani. Industri-industri haruslah menggunakan bahan baku dari dalam negeri, sehingga tidak tergantung impor dari mancanegara.
3.                 Diadakan perekonomian yang berorientasi pada kemakmuran rakyat. Artinya segala sesuatu yang menguasai hajat hidup orang banyak, haruslah bersifat murah dan terjangkau.
4.                 Tidak bergantung pada badan-tubuh multilateral seperti pada IMF, Bank Dunia dan WTO.
5.                 Mempererat kerjasama dengan sesama negara meningkat untuk bersama-sama mengahadapi kepentingan negara-negara maju.
Banyak aspek yang mungkin menyebabkan pergantian sosial, diantaranya yang memegang peranan penting, yaitu aspek teknologi dan kebudayaan. Faktor–aspek itu berasal dari dalam maupun dari luar.Dalam menghadapi dampak dari luar yang mampu membahayakan kelancaran hidup sosial budaya, bangsa Indonesia berusaha memelihara keseimbangan dan keharmonisan mendasar, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, insan dengan masyarakat, insan dengan Tuhan, keseimbangan pertumbuhan lahir dan kemakmuran batin. Kesadaran akan perlunya keseimbangan dan keselarasan melahirkan toleransi yang tinggi, sehingga menjadi bangsa yang berbhinneka dan bertekad untuk selalu hidup bersatu.


Posted

in

by

Tags: