Cara Memakai Tds Meter

untuk mengukur kadar air kita

TDS & EC meter atau yang umum kita sebut EC meter, ialah alat yang digunakan untuk mengukur hardness air sekaligus mengukur konduktivitas air. Sehingga selain kita dapat mengetahui jumlah partikel yang terlarut dalam air, kita juga mengenali apakah air tersebut menghantarkan listrik dengan baik atau tidak. Semakin pekat jumlah partikel maka semakin tinggi daya hantar listriknya, begitu sebaliknya.
TDS&EC alat yang kita rekomendasikan, utamanya petani yang melaksanakan penanaman dengan teknik hidroponik, karena penanaman dengan teknit tersebut lebih memfokuskan kebutuhan nutrisi lewat air yang hendak diserap secara langsung oleh akar. Sehingga nutrisi pada hidroponik mesti diukur, apabila tidak melakukan pengukuran terlebih dulu akan berakibat flora kelebihan atau kelemahan nutrisi yang nantinya mampu menjadi racun dan dapat mematikan tumbuhan.
Fitur yang dimiliki TDS & EC meter :

  1. Alatnya yang portable sehingga mudah di bawa kemana saja
  1. Jika 5 menit tidak dipakai akan otomatis off sehingga lebih mengurangi baterai
  1. Dengan 1 alat bukan hanya mengukur hardness air, tetapi juga dapat mengenali konduktivitas pada air
  1. Dilengkapi tombol hold sehingga memudahkan kita membaca dan menyimpan hasil pengukuran
  1. Pada display sudah dilengkapi nilai suhu pada air dengan satuan Celcius atau Fahrenheit
  • Conductivity : 0-9990 us/cm
  • TDS : 0-99990ppm
  • Suhu : 0,1-80°C atau 32-176°C
  1. Buka tutup pelindung sensor sebelum digunakan
  1. Masukkan alat ke dalam larutan
  1. Pada display akan ada informasi satuan ppm kalau kita mengukur tds, lalu tekan shift untuk merubah ke pengukuran EC sehingga pada display akan ada keterangan EC dengan satuan us/cm
  1. Setelah angka pada display stabil, tekan Hold untuk mengunci angka sehingga memudahkan kita dalam pembacaan risikonya
  1. Pada display akan menampilkan nilai pengukuran dan memperlihatkan suhu pada larutan
  1. Setelah pengukuran slesai, keluarkan alat dari larutan kemudian bersihkan dengan kain kering dan simpan kembali pada tempatnya, supaya mampu dipakai dalam jangka usang
  1. Alat ini tidak butuhdi kalibrasikan, alasannya sudah dikalibrasikan oleh pabrik. Sehingga lebih praktis

  1. TDS Meter
  1. ppm adalah akronim dari “Part Per Million” atau sepersejuta bagian. ppm ialah satuan pengukuran jumlah partikel terlarut yang diukur menggunakan TDS meter. Mengukur kepekatan nutrisi menjadi sungguh penting dalam berhidroponik, alasannya adalah kita bisa mengetahui dengan niscaya berapa keperluan nutrisi suatu flora. Seperti yang sudah saya katakan diatas, jikalau larutan nutrisi tidak diukur kita tidak akan tahu apakah larutan yang kita buat itu cukup dan sesuai dengan kebutuhan flora, apakah kurang atau bahkan melampaui. Perlu dimengerti juga, bahwa kebutuhan nutrisi (dalam hal ini nilai ppm) setiap jenis tumbuhan itu berbeda-beda. Tanaman anggrek contohnya membutuhkan kepekatan larutan nutrisi yang rendah antara 300 – 400 ppm. Sayuran daun berbeda lagi, yaitu antara 900 – 1200 ppm, sedangkan untuk tumbuhan sayuran buah seperti cabe dan tomat membutuhkan kepekatan nutrisi yang lebih tinggi, adalah antara 1500 – 2000 ppm.

Electrical conductivity atau elektronik konduktivitas atau daya hantar listrik sebuah larutan nutrisi dipengaruhi oleh nilai kepekatan sebuah larutan. Semakin pekat larutan nutrisi maka kian tinggi daya hantar listriknya atau nilai EC nya, begitu juga sebaliknya kalau nilai EC rendah maka nilai kepekatannya juga rendah. Satuan yang digunakan pada alat EC Meter yaitu mS/cm (mili siemen/cm) atau mmho/cm (milli hos/cm). Namun dilapangan banyak yang menyebut satuan tersebut dengan EC saja, misalnya 1 ec atau 2 ec. Mengenai penggunaan alat pengukuran mana yang harus kita gunakan, apakah TDS atau EC tergantung pada diri kita masing-masing alasannya keduanya mempunyai fungsi yang sama.
Pengukuran pH media tanam atau larutan nutrisi juga merupakan acara yang wajib dilaksanakan dalam hal bercocok tanam hidroponik maupun konvensional. Sebab komponen-bagian mineral didalam air cuma mampu larut dan diserap oleh akar tanaman pada angka pH tertentu, yakni antara 5,5 hingga 7,0 (netral). Pengukuran pH larutan nutrisi hidroponik menjadi sungguh penting, alasannya nilai pH larutan menentukan larut tidaknya komponen mineral, penyerapan akar tanaman dan pada akibatnya memilih kemajuan dan kemajuan tanaman. Jika larutan pH sebuah larutan nutrisi terlalu rendah (asam) atau terlalu tinggi (basa) flora akan berkembang tidak normal atau kerdil. pH larutan nutrisi yang mampu ditolelir olah tanaman ialah netral adalah antara 5,5 – 7,0 dimana pada angka pH tersebut komponen – komponen mineral didalam air dapat larut dan diserap dengan baik oleh akar tumbuhan.

Spesifikasi pada TDS & EC meter :
Cara penggunaan TDS & EC meter :
1. TDS Meter
TDS ialah singkatan dari “Total Disolved Solids” atau dalam bahasa indonesianya yakni “jumlah padatan terlarut”. Makara TDS meter memiliki pemahaman “alat untuk mengukur jumlah padatan atau partikel terlarut didalam air “. Alat ini biasa dipakai untuk mengukur jumlah partikel terlarut pada air minum dan juga dipakai untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik atau dengan kata lain konsentrasi larutan nutrisi. Pengukuran nutrisi hidroponik adalah sebuah hal yang mutlak dan sifatnya sungguh penting. Sebab kalau larutan tidak diukur, mampu jadi tanaman kekurangan nutrisi atau keunggulan yang hendak menjadi racun yang mampu membunuh tanaman itu sendiri. Satuan yang digunakan pada TDS meter ialah ppm, sedangkan
2.    Alat Pengukur Larutan Nutrisi Hidroponik
3.    Hidroponik – Menanam tanpa menggunakan tanah disebut dengan hidroponik. Teknik hidroponik menekankan pemenuhan nutrisi melalui media air yang dapat diserap langsung oleh akar tumbuhan. Pupuk yang dipakai dalam metode hidroponik disebut dengan nutrisi AB Mix, yang terdiri atas dua bagian adalah nutrisi A dan Nutrisi B. Nah, perihal kenapa nutrisi hidroponik dipisah antara A dan B silahkan baca disini : Mengapa Nutrisi Hidroponik Dikemas Terpisah?. Kembali ke nutrisi hidroponik, ada beberapa alat yang harus diketahui dan dimiliki oleh hidroponikers dan hal-hal yang berhubungan dengan nutrisi hidroponik. Beberapa alat tersebut yakni TDS meter, EC Meter dan pH Meter. Alat-alat tersebut sungguh penting untuk mengukur kepekatan larutan, konduktifitas dan pH sebuah larutan nutrisi hidroponik. Berbeda dengan pemakaian nutrisi (dalam hal ini adalah pupuk) pada flora konvensional (menggunakan tanah), dimana pupuk atau nutrisi bisa diberikan kira-kira atau tanpa aturan baku.
4.    EC akronim dari “Electrical Conductivity” alat ini digunakan untuk mengukur kepekatan sebuah larutan (dalam hal ini yakni larutan nutrisi hidroponik). TDS Meter dan EC Meter bergotong-royong memiliki fungsi yang serupa, ialah untuk mengukur kepekatan suatu larutan nutrisi hidroponik. Hanya saja pengukurannya menggunakan unit yang berlawanan, TDS untuk mengukur fokus atau jumlah partikel terlarut sedangkan EC untuk mengukur nilai konduktivitasnya. EC Meter merupakan alternatif dari TDS Meter untuk mengukur kepekatan sebuah larutan nutrisi hidroponik. EC Meter dan TDS Meter sama-sama bisa dipakai untuk mengukur kepekatan suatu larutan nutrisi hidroponik, kalau tidak ada TDS Meter anda mampu menggunakan EC Meter, atau sebaliknya.
5.      EC Meter
6.    3. PH Meter
7.    PH meter yaitu alat yang digunakan untuk mengukur derajat keasaman atau kebasaan (pH) sebuah benda baik padat maupun cair. Dalam hal tanam menanam PH meter berfungsi untuk mengukur nilai pH media tanam baik media non tanah maupun media tanah dan untuk mengukur pH larutan nutrisi hidroponik. pH air diukur sebelum dan sesudah dilaksanakan penambahan nutrisi hidroponik. Pengukuran pH diputuskan dengan angka 1 hingga 14, dimana angka 7 menawarkan pH netral. Sedangkan angka dibawah 7 hingga angka 1 memperlihatkan keadaan asam dan angka diatas 7 hingga 14 yakni basa.


8.       PH Meter

Sedikit wacana nilai EC meter dan TDS Meter yang kadangkala membingungkan bagi hidroponikers pemula, sekali lagi bahwa kedua alat tersebut memiliki fungsi yang serupa ialah untuk mengukur kepekatan sebuah larutan nutrisi hidroponik. Agar tidak galau sebaiknya gunakan salah satu dari kedua alat tersebut. Dari beberapa postingan yang aku baca 1 mS/cm atau 1 EC = 500 – 700 ppm. Kenapa angka ppm nya tidak pasti? Sebab setiap brand TDS Meter mengkonversi angka EC yang berlainan-beda, ada TDS Meter yang mengkonversi 1 mS/cm = 500 ppm dan ada pula yang mengkonversi 700 ppm. Namun anda tidak perlu cemas dengan perbedaan tersebut, alasannya adalah selisih angka tersebut masih dalam batas toleransi tumbuhan. Artinya jika tumbuhan semestinya memerlukan nilai ppm 500, tapi diberikan larutan dengan ppm 700 itu tidak dilema karena hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan dan flora masih mampu berkembang wajar . Demikian perihal TDS Meter, EC Meter dan pH Meter. Semoga berfaedah…..


Posted

in

by

Tags: