Bahan Ppkn Bagian 6 Bahaya Terhadap Nkri

Bab 6 : Ancaman Terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika


A. Ancaman Terhadap Integrasi Nasional

Keanekaragaman atau kebhinekaan ialah suatu hal yang tidak mampu dikesampingkan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang mencakup kebhinekaan suku bangsa, bahasa, adat istiadat dan sebagainya.
   Kebhinekaan dibilang sebagai suatu potensi, sebab hal tersebut akan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah yang mampu menarik minat para pelancong abnormal untuk mendatangi Indonesia.
      Kebhinekaan bangsa Indonesia juga ialah suatu tantangan bahkan bahaya, sebab dengan adanya kebhinekaan tersebut gampang membuat masyarakatIndonesia berlawanan usulan yang lepas kontrol, mudah tumbuhnya perasaan kedaerah yang amat sempit yang di saat mampu menjadi ledakan yang hendak mengancam integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa.
Oleh alasannya segenap warga negara harus meragukan segala bentuk bahaya yang dapat memecah belah bangsa Indonesia dengan selalu mendukung segala upaya atau strategi pemerintah dalam menanggulangi aneka macam acaman tersebut.

Dampak posisi silang negara Indonesia pada aspek-apek kehidupan sosial, antara lain:
1)       Penduduk Indonesia berada diantara daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan.
2)       Ideologi Indonesia terletak antara komunisme di utara dan liberalisme di selatan.
3)       Demokrasi Pancasila berada diantara demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bab utara) dan demokrasi liberal di selatan.
4)       Ekonomi Indonesia berada diantara sistem ekonomi sosialis di utara dan tata cara ekonomi kapitalis di selatan.
5)       Masyarakat Indonesia berada diantara masyarakat sosialis di utara dan penduduk individualis di selatan.
6)       Kebudayaan Indonesia dinatara kebuadayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan.
7)       Sistem pertahanan dan keselamatan Indonesia berada diantara metode pertahanan continental di utara dan metode pertahanan bahari di barat, selatan dan timur.

Dampak positif  dari kondisi tersebut:
           Berperan dalam  kemajuan bangsa Indonesia.
           Memperkokoh keberadaan Indonesia selaku negara yang tidak mampu diremehkan perannya dalam menunjang perkembangan serta terciptanya perdamaian dunia.
           Dampak aktual  dari kondisi tersebut :
           Mejadikan Indonesia sebagai negara yang tidak terbebas dari ancaman yang mampu memecah belah bangsa.

Ancaman bagi integrasi nasional mampu datang dari luar maupun dari dalam negeri. Ancaman tersebut umumnya berupa ancaman militer dan non-militer.

1. Ancaman Militer
   Adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata dan terorganisasi yang dinilai memiliki kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan daerah, dan keselamatan segenap bangsa.
   Dapat berupa :aksi/invasi, pelanggaran kawasan, pemberontakan bersenjata, sabotase, spionase, agresi teror bersenjata, dan bahaya keselamatan maritim dan udara.
    Invasi merupakan bentuk aksi yang berskala paling besar dengan memakai kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki kawasan sebuah negara.
        Bangsa Indonesia pernah merasakan pahitnya diinvasi atau diserang oleh Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia sebanyak dua kali, adalah 21 Juli 1947 dan 19 Desember 1948.
   Bentuk lain dari bahaya militer yang potensi terjadinya cukup tinggi yaitu langkah-langkah pelanggaran wilayah (daerah laut, ruang udara dan daratan) Indonesia oleh negara lain.
   Ancaman militer dapat pula terjadi dalam bentuk pemberontakan bersenjata. Hal ini mampu muncul dan dilakukan baik oleh pihak-pihak tertentu di dalam negerimaupun  oleh kekuatan ajaib, baik secara terbuka maupun secara tertutup.
        Bangsa Indonesia pernah mengalami sejumlah aksi pemberontakan bersenjata yang dilaksanakan oleh gerakan radikal, mirip DI/TII, PRRI, Permesta, Pemberontakan PKI Madiun, serta G-30-S/PKI. Kegiatan tersebut mengancam pemerintahan yang sah serta mengancam  tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
      Indonesia mempunyai sejumlah objek vital nasional dan instalasi strategis yang beresiko terhadap aksi sabotase, sehingga harus dilindungi. Dilakukan dengan mempertinggi kewaspadaan yang didukung oleh teknologi yang bisa mendeteksi dan menghalangi secara dini.
   Kegiatan mata-mata dilakukan secara tertutup  oleh distributor-jasus dalam  mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara dari negara lain.
   Aksi teror bersenjata ialah bentuk kegiatan terorisme yang mengancam keamanan bangsa dengan menebarkan rasa cemas yang mendalam serta menjadikan korban tanpa mengenal rasa perikemanusiaan.
     Wilayah perairan serta daerah udara Indonesia yang terbentang pada pelintasan transportasi dunia yang padat, baik transportasi maritim maupun dirgantara, berimplikasi terhadap tingginya potensi gangguan ancaman keselamatan laut dan udara.
  Bentuk-bentuk gangguan keselamatan di bahari dan udara dapat mencakup pembajakan atau perompakan, penyelundupan senjata, amunisi dan bahan peledak atau bahan lain yang dapat membahayakan keselamatan bangsa, penangkapan ikan secara ilegal, atau pencurian kekayaan di maritim, termasuk pencemaran lingkungan.
2. Ancaman Non-Militer
Ancaman non-militer pada hakikatnya ancaman yang memakai faktor-faktor non-militer dinilai memiliki kesanggupan yang membahayakan kedaulatan negara, kepribadian bangsa, keutuhan daerah negara, dan keamanan segenap bangsa. Ancaman ini salah satunya disebabkan oleh dampak negatif dari globalisasi.

a. Ancaman di Bidang Ideologi
Liberalisme yang disokong oleh Amerika Serikat tidak cuma menghipnotis hampir semua negara di dunia, termasuk indonesia.  Hal ini sebagai akhir dari kala globalisasi. Globalisasi ternyata mampu meyakinkan terhadap masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa insan ke arah kemajuan dan kemakmuran. Akan tetapi, pada umumnya imbas yang diambil justru yang bernilai negatif, misalnya dalam pola hidup yang diliputi kemewahan, pergaulan bebas yang condong mengaruh pada dilakukannya sikap seks bebas dan sebagainya. Hal tesebut tentu saja kalau tidak tertuntaskan akan menjadi bahaya bagi kepribadian bangsa Indonesia yang bergotong-royong.

b. Ancaman di Bidang Politik
Ancaman di bidang politik dapat bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri. Dari mancanegara, bahaya di bidang politik dikerjakan oleh suatu negara dengan melaksanakan tekanan politik terhadap Indonesia. Intimidasi, provokasi, atau blokade politik merupakan bentuk ancaman non-militer berdimensi politik yang kadang-kadang dipakai oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain.

Ancaman yang berdimensi politik yang bersumber dari dalam negeri dapat berbentukpenggunaan kekuatan berupa pengerahan massa untuk menumbangkan sebuah pemerintahan yang berkuasa, atau menggalang kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan pemerintah. Selain itu, ancaman separatisme ialah bentuk lain dari bahaya politik yang timbul di dalam negeri. Sebagai bentuk bahaya politik, separatisme mampu menempuh contoh perjuangan politik tanpa ini mengambarkan bahwa bahaya di bidang politik mempunyai tingkat resiko yang besar yang mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keamanan bangsa.

c. Ancaman di Bidang Ekonomi
Pada dikala ini ekonomi suatu negara tidak bisa bangkit sendiri. Hal tersebut merupakan bukti faktual dari pengaruh globalisasi. Globalisasi perekonomian ialah suatu proses kegiatan ekonomi dan jual beli dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang kian terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara.

Adapun dampak negatif globalisasi ekonomi yang dapat menjadi bahaya kedaulatan Indonesia terutama dalam bidang ekonomi diantaranya :
      Indonesia akan dibanjiri oleh barang-barang dari luar, sehingga barang-barang  setempat kian terdesak sebab kalah bersaing.
      Seiring dengan makin mudahnya orang asing menanamkan modalnya di Indonesia, yang pada balasannya mereka mampu mendikte atau menekan pemerintah atau bangsa kita.
      Timbulnya kesenjangan sosial yang tajam selaku balasan dari adanya persaingan bebas. Pihak yang menang akan dengan leluasa memonopoli pasar, sedangkan yang kalah akan menjadi penonton yang senantiasa tertindas.
      Sektor-sektor ekonomi rakyat yang diberikan subsidi makin berkurang, koperasi semakin sukar meningkat dan absorpsi tenaga kerja dengan teladan padat karya semakin ditinggalkan, sehingga angka pengangguran dan kemiskinan sukar dikendalikan.
      Memperburuk harapan kemajuan ekonomi jangka panjang.pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Pendapatan nasional dan peluang kerja akan kian lambat pertumbuhannya dan dilema pengangguran tidak dapat diatasi atau malah makin memburuk. distribusi pendapatan menjadi makin tidak adil dan masalah sosial ekonomi masyarakat semakin bertambah jelek.
d. Ancaman di Bidang Sosial Budaya
      Dibedakan atas ancaman dari dalam, dan bahaya dari luar.
      Ancaman dari dalam didorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu tersebut menjadi titik pangkal timbulnya permasalahan, seperti separatisme, terorisme, kekerasan, dan peristiwa akibat perbuatan insan.

Ancaman dari luar muncul selaku balasan dari imbas negatif globalisasi, diantaranya yakni :
      Munculnya pola hidup konsumtif dan selalu menyantap barang-barang dari mancanegara.
      Munculnya sifat hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai sebuah nilai hidup tertinggi. hal ini menciptakan insan suka memaksakan diri dan berani melanggar norma-norma.
      Adanya sikap individualisme yang dapat mengakibatkan ketidakpedulian terhadap orang lain.
      Munculnya tanda-tanda westernisasi, ialah gaya hidup yang senantiasa berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu sehingga berlawanan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku.
      Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian dan kesetiakawanan sosial.
      Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
e. Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan
Seiring dengan berjalannya waktu, proses penegakan pertahanan dan keamanan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak semudah yang dibayangkan atau semudah dalam obrolan yang bersifat teoritis semata. Masih adanya dilema teror dan konflik SARA yang terjadi pada sebuah daerah memiliki tujuan yang serupa ialah tak mau bangsa Indonesia hidup tenang dan tentram. Oleh alasannya adalah itu, lemahnya penerapan dan penegakan hukum dan keadilan harus terus ditingkatkan. Semakin bermunculan masalah di sebuah kawasan mengakibatkan hilangnya tingkat kewibawaan hukum dan kemerosotan wibawa para penegaknya. Dengan demikian,kita harus mengantisipasi ancaman sedini mungkin di bidang pertahanan dan keselamatan, baik secara militer maupun non-militer.
B. Strategi dalam Mengatasi Berbagai Ancaman Dalam Membangun Integrasi Nasional

1.     Strategi dalam Mengatasi Ancaman Militer
Strategi pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia dalam mengatasi bahaya militer telah dikontrol  dalam Pasal 30 ayat 1 hingga 5 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa:
1)      Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib berpartisipasi dalam perjuangan pertahanan dan keamanan negara.
2)       Usaha pertahanan dan keamanan negara dilakukan melalui tata cara pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, selaku kekuatan pendukung.
3)       TNI terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara selaku alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.
4)       Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang mempertahankan kemanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan aturan.
5)      Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, kekerabatan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam perjuangan pertahanan dan keselamatan diatur dengan undang-undang.

Dari informasi diatas mampu dikenali bahwa seni manajemen pertahanan dan kemanan negara untuk menanggulangi banyak sekali macam bahaya militer dikerjakan dengan memakai sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata). Sistem pertahanan dan kemanan rakyat semesta pada hakikatnya merupakan segala upaya menjaga pertahanan dan keselamatan negara yang seluruh rakyat dan segenap sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara selaku satu kesatuan pertahanan yang utuh dan menyeluruh.

Sistem pertahanan dan keselamatan negara yang bersifat semesta bercirikan:
           Kerakyatan, yaitu orientasi pertahanan dan kemanan negara diabdikan oleh dan untuk kepentingan seluruh rakyat.
           Kesemestaan, ialah seluruh sumber daya nasional didayagunakan bagi upaya pertahanan.
           Kewilayahan, yaitu gelar kekuatan pertahanan dikerjakan secara menyebar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan kondisi geografis sebagai negara kepulauan.

Agar pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan dapat terealisasi secara efektif dan efisien, diupayakan keterpaduan yang sinergis antara unsur militer dengan unsur militer yang lain, maupun antara kekuatan militer dengan kekuatan non militer.
           Keterpaduan antara unsur militer diwujudkan dalam keterpaduan tiga kekuatan militer Republik Indonesia, ialah keterpaduan antar kekuatan darat, kekuatan bahari, dan kekuatan udara.
           Keterpaduan antara kekuatan militer dan kekuatan non-militer diwujudkan dalam keterpaduan antar bagian utama, komponen cadangan, dan bagian pendukung.

Ancaman Tradisional
           Merupakan bahaya militer dari negara lain.
           contohnya berbentukinvasi dan  konflik terbatas yang berhubungan dengan pelanggaran daerah dan atau menyangkut masalah perbatasan.
           Komponen Utama disiapkan untuk melakukan Operasi Militer untuk Perang (OMP).
           Penggunaan kekuatan pertahanan untuk tujuan perang hanya dikerjakan sebagai jalan terakhir bila cara-cara hening tidak berhasil.
           Ancaman Non-Tradisional
           Adalah bahaya yang dijalankan oleh pemeran non-negara terhadap keutuhan daerah, kedaulatan negara, dan keamanan bangsa Indonesia.
           Contohnya dapat berupa gerakan separatis bersenjata, terorisme internasional maupun domestik, agresi radikal, pencurian sumber daya alam, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan berbagai bentuk agresi ilegal lain yang berskala besar.
           Dalam hal ini kekuatan pertahanan, utamanya TNI, juga disiapkan untuk melakukan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
2. Strategi dalam Mengatasi Ancaman Non-Militer
Strategi pertahanan non-militer merupakan segala usaha untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan daerah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari bahaya faktor ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, keselamatan, teknologi, isu, komunikasi, keamanan umum, dan aturan.

a. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ideologi dan Politik
Ada empat hal yang senantiasa dikedepankan oleh globalisasi dalam bidang ideologi dan politik, yaitu demokratisasi, kebebasan, keterbukaan danhak asasi manusia. Keempat hal tersebut oleh negara-negara adidaya (Amerika Serikat dan sekutunya) dijadikan patokan atau acuan bagi negara-negara yang lain yang tergolong sebagai negara berkembang. Tidak jarang kalau suatu negara tidak mengedepankan empat hal tersebut dalam kehidupan politik di negaranya, maka negara tersebut akan dianggap sebagai musuh bareng .  Sebagai teladan Indonesia pernah diembargo dalam bidang ekonomi oleh Amerika Serikat, yakni tidak memberikan suku cadang pesawat F-16 dan dukungan militer yang lain, alasannya pada waktu itu Indonesia dituduh tidak demokratis dan melanggar hak asasi manusia.  sementara sekutunya tetap dibiarkan meskipun melakukan pelanggaran. Misalnya Israel yang banyak membunuh rakyat Palestina dan meyerang Libanon tetap direstui tindakannya tersebut oleh Amerika Serikat.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia selaku negara yang menganut paham demokrasi Pancasila harus bisa menumbuhkan pemerintahan yang besar lengan berkuasa,berdikari dan tahan uji serta bisa mengelola konflik kepentingan yang mampu menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang pluralistik, dengan tetap memperteguh wawasan kebangsaan yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk mencapai hal tersebut, bangsa Indonesia mesti secepatnya merealisasikan hal-hal sebagai berikut:
      Mengembangkan demokrasi politik.
      Mengaktifkan penduduk sipil dalam arena politik.
      Mengadakan reformasi forum-lembaga politik semoga menjalankan fungsi dan peranannya secara baik dan benar.
      Memperkuat keyakinan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
      Menegakkan supremasi aturan.
      Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik internasional.
b. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi
  Globalisasi ekonomi lebih dikendalikan oleh negara-negara maju. Sementara negara-negara berkembang kurang diberi ruang dan peluang untuk memperkuat perekonomiannya.
     Hal tersebut dikarenakan lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti IMF (International Monetary Fund), Bank Dunia (World Bank) dan WTO (World Trade Organization) belum sepenuhnya memihak kepentingan negara-negara meningkat . Dan senantiasa berada di bawah pengawasan pemerintahan negara-negara maju, sehingga semua kebijakannya senantiasa memihak kepentingan-kepentingan negara maju.
      Untuk melumpuhkan ancaman di bidang ekonomi dan memperkuat kemandirian bangsa perlu kiranya segera diwujudkan hal-hal di bawah ini :
       Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk pasar dalam negeri, sehingga memperkuat perekonomian rakyat.
       Pertanian dijadikan prioritas utama, alasannya dominan masyarakatIndonesia bermatapencaharian selaku petani. Industri-industri haruslah memakai bahan baku dari dalam negeri, sehingga tidak tergantung impor dari luar negeri.
       Diadakan perekonomian yang berorientasi pada kemakmuran rakyat. Artinya segala sesuatu yang menguasai hajat hidup orang banyak, haruslah bersifat murah dan terjangkau.
       Tidak bergantung pada tubuh-tubuh multilateral mirip pada IMF, Bank Dunia dan WTO.
       Mempererat koordinasi dengan sesama negara meningkat untuk tolong-menolong mengahadapi kepentingan negara-negara maju.

Banyak faktor yang mungkin menimbulkan pergantian sosial, diantaranya yang memegang peranan penting, yakni faktor teknologi dan kebudayaan. Faktor–faktor itu berasal dari dalam maupun dari luar.Dalam menghadapi imbas dari luar yang mampu membahayakan kelangsungan hidup sosial budaya, bangsa Indonesia berupaya memelihara keseimbangan dan keharmonisan fundamental, ialah keseimbangan antara insan dengan alam semesta, insan dengan penduduk , manusia dengan Tuhan, keseimbangan perkembangan lahir dan kesejahteraan batin. Kesadaran akan perlunya keseimbangan dan keharmonisan melahirkan toleransi yang tinggi, sehingga menjadi bangsa yang berbhinneka dan bertekad untuk senantiasa hidup bersatu.

C. Peran Serta Masyarakat untuk Mengatasi Berbagai Ancaman dalam Membangun Integrasi Nasional

Peran serta akan muncul jika kita memiliki kesadaran. Kesadaran adalah perilaku yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasi hati tulus tanpa ada tekanan dari luar. Konsep atau makna kesadaran mampu diartikan sebagai sikap perilaku diri yang berkembang dari kemauan diri dengan dilandasi suasana hati yang tulus/ rela tanpa tekanan dari luar untuk bertindak yang biasanya dalam upaya mewujudkan kebaikan yang berkhasiat untuk diri sendiri dan lingkungannya.

Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara kepada generasi muda merupakan hal penting alasannya adalah generasi muda ialah penerus bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari perjalan panjang bangsa ini. Kesadaran berbangsa dan bernegara ini tidak cuma berlaku pada pemerintah saja, namun lebih luas menerapkan arti sadar berbangsa dan bernegara ini dalam kehidupan bermasyarakat.

Banyak tantangan di era globalisasi ini bagi negeri kita untuk menumbuhkan peran serta dan kesadaran berbangsa dan bernegara. Pemerintah ikut bertanggung jawab mengemban amanat untuk memberikan kesadaran besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang menyebabkan bangsa ini akan jatuh ke dalam kondisi yang sangat parah bahkan jauh terpuruk dari bangsa-bangsa lainnya yang sudah merencanakan diri dari gangguan bangsa lain. Akibatnya, Integrasi nasional akan terganggu.

Peran serta dan kesadaran penduduk memiliki makna bahwa individu harus mempunyai perilaku dan perilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi kebaikan bangsa dan Negara Indonesia untuk menanggulangi bahaya dalam membangun integrasi nasional. Peran serta masyarakat untuk mengatasi berbagai ancaman dalam membangun integrasi nasional di antaranya ialah sebagai berikut.
1)         Tidak membeda-bedakan keberagaman contohnya pada suku, budaya, kawasan dan sebagainya
2)         Menjalankan ibadah sesuai dengan akidah dan agama yang dianutnya
3)         Membangun kesadaran akan pentingnya integrasi nasional
4)      Melakukan tolong-menolong dalam rangka peningkatan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
5)         Menggunakan segala fasilitas biasa dengan baik
6)         Mau dan bersedia untuk berkerja sama dengan segenap lapisan atau kelompok masyarakat
7)         Merawat dan memelihara lingkungan tolong-menolong dengan baik
8)         Bersedia mendapatkan aneka macam macam pelayanan lazim secara tertib.
9)         Menjaga kelestarian lingkungan dan menghalangi terjadinya pencemaran lingkungan.
10)     Mengolah dan mempergunakan kekayaan alam guna memajukan kemakmuran rakyat.
11)   Menjaga keselamatan kawasan negara dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam negeri.
12)  Memberi kesempatan yang sama untuk merayakan hari besar keagamaan dengan kondusif dan nyaman
13)     Berpartisipasi dalam banyak sekali acara yang dilaksanakan dalam masyarakat dan pemerintah
14)     Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
15)     Bersedia untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

KERJAKAN QUIZ MATERI BAB 6, KLIK DISINI

bila ada pertanyaan mampu lewat komen dibawah ini


Posted

in

by

Tags: