Sejarah Lahirnya Pancasila Hingga Ditetapkan Menjadi Dasar Negara



Pancasila yakni ideologi dasar dalam kehidupan bagi negara Indonesia. Nama ini berisikan dua kata dari Sanskerta: pañca mempunyai arti lima dan śīla mempunyai arti prinsip atau asas. Pancasila ialah rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

isi Pancasila adalah :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam   
    Permusyawaratan/Perwakilan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

tetapi, bagaimana permulaan mula Pancasila dijadikan sebagai dasar negara.

Sejarah Pancasila ini berawal dari pertolongan kesepakatan kemerdekaan terhadap bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang.

Perdana Menteri Jepang dikala itu yakni Kuniaki Koiso pada tanggal 7 September 1944. Pada tanggal 29 April 1945 Pemerintah Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).


Tujuan pembentukan BPUPKI yakni untuk mempelajari hal-hal yang berafiliasi dengan tata pemerintahan Indonesia Merdeka.


Awalnya BPUPKI mempunyai anggota 70 orang (62 orang Indonesia dan 8 orang anggota istimewa bangsa Jepang yang tidak berhak berbicara, cuma mengamati). Kemudian ditambah dengan 6 orang Indonesia pada sidang kedua.


Sidang pertama dijalankan pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945 untuk merumuskan falsafah dasar negara untuk negara Indonesia.

Selama empat hari bersidang ada tiga puluh tiga pembicara, dan penelitian terakhir memperlihatkan bahwa Soekarno yakni “Perumus Pancasila”.

Ada juga beberapa tokoh lain yang menyumbangkan idenya atas Dasar Negara antara lain adalah Mohamad Hatta, Muhammad Yamin dan Soepomo.

“Klaim” Muhammad Yamin bahwa pada tanggal 29 Mei 1945 ia mengemukakan 5 asas bagi negara Indonesia Merdeka, adalah kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kemakmuran rakyat.

Oleh “Panitia Lima” (Bung Hatta cs) diragukan kebenarannya. Arsip A. G Pringgodigdo dan Arsip A. K. Pringgodigdo yang telah ditemukan memberikan bahwa Klaim Yamin tidak dapat diterima.

Pada hari keempat, Soekarno mengusulkan 5 asas adalah kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri-kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa.

lima (5) asas tersebut oleh Soekarno dinamakan Pancasila, Pidato Soekarno diterima dengan gegap gempita oleh penerima sidang. Oleh sebabnya, pada tanggal 1 Juni 1945 diketahui sebagai hari lahirnya pancasila.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, sesudah upacara proklamasi kemerdekaan, datang berberapa utusan dari kawasan Indonesia Bagian Timur. Beberapa delegasi tersebut yaitu selaku berikut:

Sam Ratulangi, wakil dari Sulawesi
Hamidhan, wakil dari Kalimantan
I Ketut Pudja, wakil dari Nusa Tenggara
Latuharhary, wakil dari Maluku.
Mereka semua berkeberatan dan mengemukakan usulan wacana bagian kalimat dalam desain Pembukaan Undang-Undang Dasar.

Kalimat tersebut juga ialah sila pertama Pancasila sebelumnya, yang berbunyi, “Ketuhanan dengan keharusan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Pada Sidang PPKI I adalah pada tanggal 18 Agustus 1945, Bung Hatta menawarkan ajakan untuk mengubah kalimatnya menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Sebelumnya Bung Hatta telah mengkonsultasikannya kepada 4 orang tokoh Islam, yakni Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan.

Pada Sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945, bersama-sama dengan penetapan desain pembukaan dan batang tubuh UUD 1945, Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.

tetapi tahukah anda, asal ungkapan Pancasila dan Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” itu darimana, semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang ada pada pita yang dicengkram oleh burung garuda, berasal dari Kitab Negarakertagama yang dikarang oleh Empu Prapanca pada zaman kekuasaan kerajaan Majapahit.

Pada satu kalimat yang termuat mengandung perumpamaan “Bhinneka Tunggal Ika”, mirip: “Bhinneka tunggal Ika, tanhana dharma mangrwa”.

Sedangkan ungkapan Pancasila dimuat dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular yang terdiri dari sejarah kerajaan bersaudara Singhasari dan Majapahit.

Istilah Pancasila ini timbul sebagai Pancasila Karma, yang isinya selaku berikut.

Melakukan tindak kekerasan.
Mencuri.
Berjiwa dengki.
Berbohong.
Mabuk (oleh miras).

demikian, semoga berguna.


Posted

in

,

by