Bahan Sejarah 5A : Masuknya Bangsa Eropa Ke Indonesia

MENGANALISIS LATAR BELAKANG MASUKNYA BANGSA EROPA KE INDONESIA


1. Memahami Motivasi, Nafsu, dan Kejayaan Barat

Di dalam sejarah bangsa-bangsa di dunia dikenal adanya kala penjelajahan samudra. Aktivitas penjelajahan samudra ini dalam rangka untuk mendapatkan dunia gres. Aktivitas inovasi dunia baru ini tidak terlepas dari motivasi dan keinginannya untuk survive, memenuhi kepuasan dan kejayaan dalam kehidupan di dunia. Bahkan bukan sekedar motivasi, namun juga muncul nafsu untuk menguasai dunia gres itu demi mendapatkan laba ekonomi dan kejayaan politik.
Yang dimaksud dunia gres waktu itu pada awalnya ialah wilayah atau bagian dunia yang ada di sebelah timur (timurnya Eropa) sebagai penghasil materi-materi yang sangat dibutuhkan dan digemari oleh bangsa-bangsa Eropa. Bahan-bahan yang dimaksudkan itu yaitu rempah-rempah seperti cengkih, lada, pala, dan lain-lain.
Mengapa orang-orang Eropa sungguh membutuhkan rempah-rempah, sebab Rempah-rempah ini menjadi komoditas jual beli yang sangat laris di Eropa. Daerah yang menciptakan rempah-rempah itu tidak lain ialah Kepulauan Nusantara. Orang-orang Eropa menyebut kawasan itu dengan nama Hindia. Bagaikan “mengejar mutiara dari timur”, orang-orang Eropa berusaha datang ke Kepulauan Nusantara untuk mendapatkan rempah-rempah. Namun dalam konteks penemuan dunia gres itu kemudian tidak cuma Kepulauan Nusantara saja tetapi juga tempat-daerah lain yang didapatkan orang-orang Eropa pada masa penjelajahan samudra, contohnya Amerika, dan tempat-tempat lain di Asia.
Peristiwa kedatangan bangsa Barat ke Indonesia dilatarbelakangi oleh insiden yang jauh dari Indonesia, misalnya :
     insiden jatuhnya Konstantinopel di daerah Laut Tengah pada tahun 1453
     Serangkaian inovasi di bidang teknologi juga ialah aspek penting untuk melaksanakan pelayaran bagi bangsa-bangsa Barat menuju Tanah Hindia/Kepulauan Nusantara
     Sementara itu semangat dan dorongan untuk melanjutkan Perang Salib disebut-sebut juga ikut mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia.
2. Menganalisis Petualangan, Penjelajahan dan Penemuan Dunia Baru

Bertahun-tahun lamanya Laut Tengah menjadi sentra jual beli internasional antara para pedagang dari Barat dan Timur. Salah satu komoditinya ialah rempah-rempah. Para penjualdari Barat atau orang-orang Eropa itu mendapatkan rempah-rempah dengan harga lebih terjangkau. Setelah jatuhnya Konstantinopel tahun 1453 ke tangan Turki Usmani, kanal bangsa-bangsa Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah yang lebih hemat biaya di daerah Laut Tengah menjadi tertutup. Harga rempah-rempah melonjak sangat tinggi di pasar Eropa. Oleh karena itu, mereka berusaha mencari dan mendapatkan kawasan-tempat penghasil rempah-rempah ke timur.
Spanyol dan Portugis dapat dikatakan sebagai penggerak petualangan, pelayaran dan penjelajahan samudra untuk menemukan dunia baru di timur. Portugis juga sudah menjadi pembuka jalan mendapatkan Kepulauan Nusantara sebagai kawasan penghasil rempah-rempah. Kemudian menyusul Belanda dan Inggris. Tujuannya tidak semata-mata mencari laba lewat perdagangan rempah-rempah namun ada tujuan yang lebih luas. Tujuan mereka terkait dengan :
·     gold: mengejar kekayaan dan laba dengan mencari dan menghimpun emas, perak dan bahan tambang serta materi-bahan lain yang sangat berguna. Waktu itu yang dituju khususnya Guinea dan rempah-rempah dari Timur
·      glory: mengejar kejayaan, superioritas, dan kekuasaan. Dalam kaitan ini mereka saling berkompetisi dan ingin berkuasa di dunia gres yang ditemukannya.
·     gospel: melakukan peran suci untuk menyebarkan agama. Pada mulanya orang-orang Eropa ingin mencari dan berjumpa Prester John yang mereka yakini sebagai Raja Katolik yang berkuasa di Timur.
Berikut ini akan dijelaskan petualangan, pelayaran dan penjelajahan samudra bangsa-bangsa Eropa menuju Kepulauan Nusantara
a. Spanyol
1 cristopher columbus
Orang-orang Spanyol mampu dibilang selaku penggagas dalam pelayaran dan penjelajahan samudra mencari kawasan gres penghasil rempah-rempah di timur (disebut Tanah Hindia). Mereka diprakarsai oleh Christhoper Columbus.
Pada tanggal 3 Agustus 1492, Columbus berangkat dari pelabuhaan Spanyol berlayar menuju arah barat. Pada tanggal 6 September tahun yang serupa, rombongan Columbus hingga di Kepulauan Kanari di sebelah barat Afrika. Ekspedisi penjelajahan samudra dilanjutkan dengan mengarungi lautan luas yang diketahui ganas, yaitu Samudra Atlantik. Setelah sekitar satu bulan lebih berlayar, tanggal 12 Oktober 1492 rombongan Columbus sukses mendarat di pantai bab dari Kepulauan Bahama. Columbus menduga bahwa ekspedisinya ini telah hingga di Tanah Hindia. Oleh karena itu, masyarakatyang menempati kawasan itu disebut orang-orang Indian. Tempat mendarat Colombus ini kemudian dinamakan San Salvador. Berikutnya rombongan Columbus kembali berlayar dan mendarat di Haiti. Merasa ekspedisinya sudah sukses maka rombongan Columbus bertolak kembali ke Spanyol untuk melapor kepada Ratu Isabella.
Tahun 1493 Columbus sampai kembali di Spanyol. Kedatangan Columbus dan rombongan disambut dengan suka cita. Bahkan dengan keberhasilannya mendarat di Kepulauan Bahama dan Haiti, Columbus diakui selaku penemu kawasan baru yakni Benua Amerika.
Keberhasilan pelayaran Columbus menemukan kawasan gres mendorong para pelaut lain untuk melanjutkan penjelajahan samudra ke timur. Berangkatlah ekspedisi yang dipimpin oleh Magellan/Magalhaes atau umum menyebut Magelhaens. Ia juga disertai oleh seorang kapten kapal yang bernama Yan Sebastian del Cano. Berdasarkan catatan-catatan yang sudah dikumpulkan Columbus, Magellan mengambil jalur yang mirip dilayari Columbus. Setelah terus berlayar Magellan beserta rombongan mendarat di ujung selatan benua yang ditemukan Columbus (Amerika). Di daerah ini terdapat selat yang agak sempit yang lalu dinamakan Selat Magellan.
Melalui selat ini rombongan Magellan terus berlayar meninggalkan Samudra Atlantik dan memasuki Samudra Pasifik dengan lautan yang relatif damai. Setelah sekitar tiga bulan lebih rombongan Magellan berlayar risikonya pada Maret 1521 Magellan mendarat di Pulau Guam. Rombongan Magellan lalu melanjutkan penjelajahannya dan pada April 1521 sampai di Kepulauan Massava atau lalu dikenal dengan Filipina. Magellan menyatakan bahwa daerah yang didapatkan ini sebagai koloni Spanyol.


Gambar 1.5 Rute Pelayaran Magellan
Tindakan Magellan dan rombongan ini menerima tantangan penduduk setempat (orang-orang Mactan). Terjadilah peperangan antara kedua belah pihak. Dalam pertempuran dengan penduduk setempat itu rombongan Magellan terdesak bahkan Magellan sendiri terbunuh. Rombongan Magellan yang selamat secepatnya meninggalkan Filipina. Mereka di bawah pimpinan Sebastian del Cano terus berlayar ke arah selatan. Pada tahun 1521 itu juga mereka sampai di Kepulauan Maluku yang ternyata tempat penghasil rempah-rempah. Tanpa berpikir panjang kapal-kapal rombongan del Cano ini dipenuhi dengan rempah-rempah dan terus bertolak kembali ke Spanyol.
Dikisahkan bahwa atas petunjuk pemandu orang Indonesia kapal-kapal rombongan del Cano ini berlayar menuju ke arah barat, sehingga melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan dan diteruskan menuju Spanyol. Dengan penjelajahan dan pelayaran yang dipimpin oleh Magellan itu maka sering disebut-sebut bahwa tokoh yang berhasil mengelilingi dunia pertama kali yakni Magellan.
Catatan pemanis :
Dalam kaitannya dengan pelayaran dan penjelajahan samudra itu ada pertimbangan yang menarik dari Menzies, seorang perwira angkatan bahari Inggris. Ia memastikan bahwa yang berhasil mengelilingi dunia pertama kali yaitu armada Cina yang dipimpin oleh Panglima Zheng He (Cheng Ho) pada tahun 1421. Zheng He yaitu seorang kasim iman Kaisar Cina dari Dinasti Ming yang bernama Zhu Di atau Yong Le. Dijelaskan oleh Menzies bahwa Zheng He bersama armadanya sudah berlayar mengelilingi dunia dengan berpedoman pada peta-peta kuna yang dibuat oleh para kartografer Cina dan juga beberapa peta yang dibentuk misalnya oleh Fra Mauro (orang Italia), dan yang dibentuk oleh Piri Reis (orang Turki).
b. Portugis









Gambar 1.7 Vasco da Gama


Berita kesuksesan Columbus menemukan tempat gres, menciptakan penasaran raja Portugis (sekarang populer dengan istilah Portugal), Manuel l. Dipanggillah pelaut ulung Portugis bernama Vasco da Gama untuk melaksanakan ekspedisi menjelajahi samudra mencari Tanah Hindia. Vasco da Gama mencari jalan lain agar lebih singkat sampai di Tanah Hindia daerah penghasil rempah-rempah. Kebetulan sebelum Vasco da Gama mendapatkan perintah dari Raja Manuel l, telah ada pelaut Portugis bernama Bartholomeus Diaz melaksanakan pelayaran mencari daerah Timur dengan menelusuri pantai barat Afrika.
Pada tahun 1488 sebab serangan ombak besar terpaksa Bartholomeus Diaz mendarat di suatu Ujung Selatan Benua Afrika. Tempat tersebut lalu dinamakan Tanjung Harapan. Ia tidak melanjutkan penjelajahannya tetapi menentukan bertolak kembali ke negerinya.
Pada Juli 1497 Vasco da Gama berangkat dari pelabuhan Lisabon untuk memulai penjelajahan. Berdasarkan pengalaman Bartholomeus Diaz itu, Vasco da Gama juga berlayar mengambil rute yang pernah dilayari Bartholomeus Diaz. Rombongan Vasco da Gama juga singgah di Tanjung Harapan. Atas petunjuk dari pelaut bangsa Moor yang sudah disewanya, rombongan Vasco da Gama melanjutkan penjelajahan, berlayar menelusuri pantai timur Afrika lalu berbelok ke kanan untuk mengarungi Lautan Hindia (Samudra Indonesia).
Pada tahun 1498 rombongan Vasco da Gama mendarat hingga di Kalikut dan juga Goa di pantai barat India. Ada panorama yang menarik dari kedatangan rombongan Vasco da Gama ini. Mereka ternyata sudah menyiapkan patok watu yang disebut watu padrao. Batu ini sudah diberi pahatan lambang bola dunia. Setiap daerah yang disinggahi lalu dipasang patok watu padrao selaku tanda bahwa tempat yang ditemukan itu milik Portugis. Bahkan di Goa, India Vasco da Gama sukses mendirikan kantor jualan yang dilengkapi dengan benteng. Atas keberhasilan ekspedisi ini maka oleh Raja Portugis, Vasco da Gama diangkat sebagai penguasa di Goa atas nama pemerintahan Portugis.
Setelah beberapa tahun tinggal di India, orang-orang Portugis menyadari bahwa India ternyata bukan kawasan penghasil rempah-rempah. Mereka mendengar bahwa Malaka merupakan kota pusat perdagangan rempah-rempah. Oleh alasannya adalah itu, disediakan ekspedisi lanjutan di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque. Dengan armada lengkap Alfonso de Albuquerque berangkat untuk menguasai Malaka. Pada tahun 1511 armada Portugis sukses menguasai Malaka. Dengan demikian kekuatan Portugis makin mendekati Kepulauan Nusantara. Orang-orang Portugis pun segera mengenali tempat buruannya “mutiara dari timur” ialah di Kepulauan Nusantara, utamanya di Kepulauan Maluku.
Perlu disertakan bahwa dengan dikuasainya Malaka oleh Portugis pada tahun 1511 telah menjadikan jual beli orang-orang Islam menjadi terdesak. Para penjualIslam tidak lagi mampu berjualan dan keluar masuk daerah Selat Malaka, sebab Portugis melaksanakan monopoli jual beli. Akibatnya para pedagang Islam mesti menghindarke kawasan-kawasan lain. Tindakan Portugis yang memaksakan monopoli dalam jual beli itu sudah menerima protes dan perlawanan dari aneka macam pihak. Sebagai teladan pada tahun 1512 terjadi perlawanan yang dilancarkan seorang pemuka masyarakat yang bernama Pate Kadir (Katir). Pate Kadir merupakan tokoh penduduk yang sangat pemberani. Ia melancarkan perlawanan terhadap keserakahan Portugis di Malaka. Dalam melancarkan perlawanan ini Kadir berhasil menjalin komplotan dengan Hang Nadim. Perlawanan Pate Kadir terjadi di maritim dan lalu menyerang pusat kota. Tetapi ternyata dengan kekuatan senjata yang lebih unggul, pasukan Kadir mampu dipukul mundur. Kadir semakin terdesak dan lalu sukses meloloskan diri sampai ke Jepara dan berikutnya ke Demak.

Tindak monopoli yang dipaksakan Portugis juga menerima protes dari penguasa Kerajaan Demak. Demak telah mempersiapkan pasukan untuk melancarkan perlawanan kepada Portugis di Malaka. Pasukan Demak ini dipimpin oleh putera mahkota, Pati Unus. Pasukan Demak ini semakin kuat setelah bergabungnya Pate Kadir dan pengikutnya. Tahun 1513 pasukan Demak yang berkekuatan 100 perahu dan ribuan tentara mulai melancarkan serangan ke Malaka. Tetapi dalam kenyataannya kekuatan pasukan Demak dan pengikut Kadir belum mampu menandingi kekuatan Portugis, sehingga serangan Demak ini juga belum sukses. Posisi Portugis menjadi kian berpengaruh. Portugis terus berusaha memperluas monopolinya, sampai lalu sampai ke Indonesia.
c. Belanda
Mendengar kesuksesan orang-orang Spanyol dan juga Portugis dalam menemukan kawasan gres, apalagi daerah penghasil rempah-rempah, para pelaut dan penjualBelanda tidak inginketinggalan. Tahun 1594 Barents mencoba berlayar untuk mencari dunia Timur atau Tanah Hindia melalui tempat kutub utara. Karena keyakinannya bahwa bumi lingkaran maka sekalipun dari utara atau barat akan sampai pula di timur. Ternyata Barents tidak begitu mengenal medan. Ia gagal melanjutkan penjelajahannya sebab kapalnya terjepit es mengenang air di kutub utara sedang membeku. Barents terhenti di suatu pulau yang disebut Novaya Zemlya. Ia berusaha kembali ke negerinya, tetapi beliau meninggal di perjalanan.
Pada tahun 1595 pelaut Belanda yang lain yaitu Cornelis de Houtman dan Piter de Keyser memulai pelayaran. Kedua pelaut ini bersama armadanya dengan kekuatan empat kapal dan 249 awak kapal beserta 64 pucuk meriam melakukan pelayaran dan penjelajahan samudra untuk mencari tanah Hindia yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah. Cornelis de Houtman mengambil jalur laut yang sudah lazimdilalui orang-orang Portugis. Tahun 1596 Cornelis de Houtman beserta armadanya sukses mencapai Kepulauan Nusantara. Ia dan rombongan mendarat di Banten. Sesuai dengan niatnya untuk berjualan maka kehadiran Cornelis de Houtman diterima baik oleh rakyat. Waktu itu di Kerajaan Banten bertepatan dengan periode pemerintahan Sultan Abdul Mufakir Mahmud Abdulkadir.
Dengan menyaksikan pelabuhan Banten yang begitu strategis dan adanya hasil flora rempah-rempah di daerah itu Cornelis de Houtman berambisi untuk memonopoli jual beli di Banten. Dengan arogansi dan kadang kala berlaku garang, orang-orang Belanda memaksakan kehendaknya. Hal ini tidak dapat diterima oleh rakyat dan penguasa Banten. Oleh alasannya itu, rakyat mulai membenci bahkan kemudian mengusir orang-orang Belanda itu. Cornelis de Houtman dan armadanya segera meninggalkan Banten dan akhirnya kembali ke Belanda.
Ekspedisi penjelajahan berikutnya secepatnya disediakan untuk kembali menuju Kepulauan Nusantara. Rombongan kali ini dipimpin antara lain oleh van Heemskerck. Tahun 1598 van Heemskerck dengan armadanya hingga di Nusantara dan juga mendarat di Banten. Heemskerck dan anggotanya bersikap hati-hati dan lebih akrab. Rakyat Banten pun kembali mendapatkan kedatangan orang-orang Belanda. Belanda mulai melaksanakan acara jual beli. Kapal-kapal mereka mulai berlayar ke timur dan singgah di Tuban. Dari Tuban pelayaran dilanjutkan ke timur menuju Maluku. Di bawah pimpinan Jacob van Neck mereka hingga di Maluku pada tahun 1599. Kedatangan orang-orang Belanda ini juga diterima baik oleh rakyat Maluku. Kebetulan waktu itu Maluku sedang konflik dengan orang-orang Portugis. Pelayaran dan perdagangan orang-orang Belanda di Maluku ini mendapatkan keuntungan yang berlipat. Dengan demikian semakin banyak kapal-kapal dagang yang berlayar menuju Maluku.
Uraian tersebut menunjukkan bahwa rakyat Indonesia senantiasa mau dekat dan berdagang dengan siapa pun atas dasar persamaan. Tetapi bila para pedagang aneh itu ingin memaksakan kehendak dan melaksanakan monopoli perdagangan di kawasan Nusantara pasti mesti ditolak alasannya adalah tidak cocok dengan martabat rakyat Indonesia yang ingin berdaulat dalam hidup dan kehidupan tergolong dalam acara perdagangan.
d. Inggris
Perlu dimengerti bahwa sehabis Portugis sukses menemukan kepulauan Maluku, jual beli rempah-rempah semakin meluas. Dalam waktu singkat Lisabon berkembang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa Barat. Dalam kaitan ini Inggris mampu mengambil keuntungan besar dalam perdagangan rempah-rempah sebab Inggris menerima rempah-rempah secara bebas dan relatif murah di Lisabon. Rempah-rempah itu kemudian diperdagangkan di tempat-kawasan Eropa Barat bahkan sampai di Eropa Utara.
Tetapi alasannya Inggris terlibat pertentangan dengan Portugis sebagai bagian dari Perang 80 Tahun, maka Inggris mulai mengalami kesusahan untuk mendapatkan rempah-rempah dari pasar Lisabon. Oleh karena itu, Inggris kemudian berusaha mencari sendiri negeri penghasil rempah-rempah. Banyak anggota penduduk , para pelaut dan pedagang yang tidak melibatkan diri dalam perang justru mengadakan pelayaran dan penjelajahan samudra untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Dalam pelayarannya ke dunia Timur untuk mencari daerah penghasil rempah-rempah, Inggris sampai ke India. Para pelaut dan penjualInggris ini masuk ke India pada tahun 1600.
Inggris justru memperkuat kedudukannya di India. Inggris membentuk kongsi dagang yang diberi nama East India Company (EIC). Dari India inilah para pelaut dan pedagang Inggris berlayar ke Kepulauan Nusantara untuk meramaikan perdagangan rempah-rempah. Bahkan pada tahun 1811 pernah memegang kendali kekuasaan di Tanah Hindia.
Di samping ekspedisi tersebut, ada beberapa rombongan pelaut Inggris yang melewati jalur yang pernah ditempuh para pelaut Spanyol. Misalnya kelompok Pelgrim Father yang merupakan kelompok pelaut Inggris yang menggunakan Kapal Mayflower. Tahun 1607 golongan Pilgrim Father sukses mendarat di Amerika bagian Utara. Mereka kemudian membangun koloni di Amerika Utara di Massachusetts.
Daerah-kawasan persebaran agama Kristiani di Indonesia di Masa Kolonial
Nasrani artinya orang yang mengikuti fatwa Yesus Kristus adalah membuatkan cinta kasih. Agama Nasrani pertama kali muncul di Yerusalem , propinsi Yudea,wilayah Palestina periode Gubernur Pontius Pilatus dan dibawah efek kerajaan Romawi. Kristen dibedakan menjadi dua Katolik Katholik dan Nasrani Protestan. Penyebaran agama Katholik dilakukan oleh para misionaris mirip Bruder, suster dan Pastor. Kegiatan penyebaran agama Katholik disebut misi,  sedangkan penyebaran agama Nasrani Protestan disebut Zending. Kegiatan zending dilaksanakan oleh Pendeta, pengabar Bibel dan dikala penjajahan oleh Nederlandsch Zending Genootschap.
Persebaran agama Katholik di Indonesia dikerjakan oleh bangsa Portugis dan Spanyol  yang diketahui dengan Gospel .Tokoh-tokoh penyebar agama katholik yaitu Franciscus Xaverius i (Ma luku), Gonzales Veroso, Simon Diaz. Selain mengembangkan agama mereka juga mendirikan sekolah  gereja, rumah sakit dan keuskupan yang bertanggung jawab langsung kepada Paus (pimpinan tertinggi agama katholik) di Roma. Daerah efek Katholik yakni Flores, Solor,  Timor. Ambon, Ternate , Morotai, Manado, Sangir, Talaud dan Jawa. Di Jawa disebarkan Romo Van Lith .
Persebaran agama Kristen Protestan di Indonesia dikerjakan oleh bangsa Amerika, Jerman dan Belanda. Awalnya kaum zending Belanda menyebarkan agama di tempat Batak, Kalimantan, Poso, Halmahera dan Maluku Tenggara (Ambon) dan Jawa. Tokoh-tokoh Zending diantaranya DR. Nomensen, Heurnius, dan Sebastian Danchaerts.

Sumber bacaan: Buku bahan paket Sejarah SMP kelas VIII terbitan BSE, Erlangga, IPS Bilingual Yramawidya, BPS

Posted

in

by