Materi 6 Sejarah 6E Strategi Usaha Bangsa Indonesia Sebelum Dan Sehabis Masa Ke-20



A.    Pendahuluan

Bangsa Indonesia yaitu bangsa yang besar dengan kerajaan terdahulu yang berkuasa, namun kejayaan itu semua hilang dikala para penjajah tiba. Penjajah tiba semula tiba dengan berniat baik, dan diterima masyarakat, tetapi lama kelamaan kehadiran mereka yang semula hanya untuk berjualan, berubah seiring perkembangannya, mereka tidak cuma melakukan jual beli dengan masyarakat local namun juga memonopoli jual beli serta lambat laun juga mereka mengambil ahli pemerintahan, mulai dari kurun voc sampai tanam paksa.

Penetrasi kekuasaan kolonial Belanda yang tidak hanya dibidang ekonomi, namun juga kebidang sosial-budaya, sampai kebidang politik bahkan bidang agama. Karena aneka macam penetrasi yang mendalam yang dilakukan kolonial belanda ini lah menciptakan reaksi dari rakyat, dan melaksanakan pergerakan bahkan menggunakan senjata, muncul para pemuka-pemuka dari tokoh kawasan untuk melaksanakan pergerakan terhadap kolonial Belanda. pergerakan yang dilaksanakan oleh rakyat berlangsung sangat lama, dan dengan acuan dan bentuk yang meningkat disetiap zamannya, untuk itulah pembahasan ini dibentuk untuk mengetahui bagaimana pergerakan yang dilakukan melawan kolonial. dan bagaimana pergerakan rakyat sebelum kala 20 yang masih bersifat kedaerahan dan bagaimana kemajuan pergerakan sesudah kurun 20 yang sudah ada kesadaran dari pergerakan rakyat yang mengenal organisasi.

B. Perlawanan bangsa Indonesia  sebelum masa 20

Perlawanan sebelum era 20 merupakan rangkaian yang panjang perlawanan rakyat dengan aneka macam bentuk, semua perlawanan memberikan bukti akan kegigihan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Perlawanan yang dilakukan rakyat Indonesia sebelum periode 20 yaitu masih bersifat tradisionaliltis, kedaerahan, belum adanya integrasi,  serta perlawanan digerakan oleh seorang pemimpin.

Penjajahan yang dijalankan oleh kolonial belanda yang tidak hanya membuat rakyat stress secara ekonomi tetapi juga secara politik juga menyebabkan rakyat melakukan perlawanan melalui perang walau alat yang dipakai cuma alat tradisional. Perlawanan yang dijalankan pun masih kedaerahan dimana perlawanan dijalankan secara daerah-tempat tanpa adanya penyatuan dari setiap daerah dengan kawasan lainnya. Perlawanan secara kedaerahan ini mengakibatkan tidaknya adanya  integrasi bangsa, perlawanan yang dikerjakan secara kawasan ini mengakibatkan tidak efektif alasannya adalah tidak adanya kesadaran integrasi ini kekuatan terpecah-pecah.

Perlawanan yang dikerjakan secara kedaerahan ini membuat penjajah dengan gampang meredam semua bentuk perlawanan. Perlawanan terhadap penjajah sudah dimulai sejak era 16 yang dilakukan melawan penjajah seperti perlawanan Sultan Baabullah di ternate, Dipati Unus di malaka, panglima Fatahillah di jawa barat, Sultan Iskandar Muda di Aceh, Sultan Agung di Batavia, yang melawan portugis lalu Indonesia pada tahun 1602 perlawanan ditunjukan untuk melawan VOC, yang dijalankan oleh Sultan Agung di Batavia, Sultan Ageng Tirtayasa di banten, Sultan Hasanudin di Makassar. Meski terus mengalami kegagalan dalam melakukan perlawanan kepada penjajahan perlawanan tetap dilaksanakan pada abad ke-19 dimana perlawanan ditujuhkan untuk Kolonial Belanda seperti perlawanan rakyat Maluku, perang padri, perang Diponegoro.perang Aceh.

            Aksi-aksi perlawanan dilakukan para pejuang untuk menghalau penjajah, terus dikerjakan meski mengalami kegagalan sampai balasannya timbul pergerakan yang bersifat Nasional, perlawanan yang bersifat nasional inilah yang lalu menghidupkan semangat usaha secara menyeluruh untuk mengusir penjajah.

C. Perlawanan bangsa Indonesia setelah kurun 20

Perjuangan bangsa Indonesia melawan tidak berhenti, perjuangan dilakukan juga dilaksanakan setelah abad 20, perlawanan ditandai dengan dibentuk organisasi Boedi Oetomo pada 1908. Meski suatu organisasi yang bergerak di bidang sosial, ekonomi dan budaya tetapi organisasi ini telah membangun bangsa Indonesia dan menciptakan pergerakan perlawanan terhadap para penjajah mengalami perubahan dari perlawanan sebelum-sebelumnya.


Perlawanan bangsa Indonesia memasuki periode 20 yakni :
ü   Munculnya kesadaran nasional untuk melawan penjajah, jika sebelum abad 20 perlawanan bersifat kedaerahan memasuki kala 20 telah ada integrasi bangsa.
ü   Perjuangan dilakukan secara organisasi, dengan dibentuknya berbagai organisasi
ü   Perjuangan tidaknya tergantung pada seorang pemimpin yang memilki kharismatik tetapi telah secara kaderisasi.
ü   Perjuangan dijalankan secara politik dimana sudah timbul para kaum berilmu yang melawan secara diplomatic.
ü   Perlawanan sudah modern yang dikerjakan tidaknya secara nonkooperatif namun sudah secara kooperatif

D. Perbedaan Perjuangan Rakyat Indonesia Sebelum dan Sesudah Abad ke-20

1. Sebelum kala ke-20 perlawanan masih bersifat kedaerahan. Masing-masing pemimpin menjaga wilayah kekuasaannya. Sesudah periode ke-20 telah bersifat nasional, yaitu usaha tidak lagi bersifat nasionalisme sempit, namun usaha ditujukan untuk mencapai Indonesia Merdeka. Munculnya kata “Indonesia” selaku identitas bangsa menyatukan aneka macam suku, agama, dan budaya yang ada di Nusantara untuk bersatu padu mengusir penjajah.

2.  Sebelum era ke-20 perlawanan dipimpin oleh raja atau aristokrat. Pangeran Diponegoro (bangsawan), Teuku Umar (aristokrat), Sultan Hasanuddin (raja), Si Singamagaraja IX (raja). Karena perlawanan bertumpu pada kharisma pemimpin, maka tatkala pemimpin tewas atau tertangkap, perlawanan akan berhenti. Sesudah era ke-20 perjuangan dipimpin oleh golongan berilmu (cendekiawan). Pemberian peluang bagi pribumi untuk mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah Belanda pada awal masa ke-20 dimaksudkan untuk menemukan tenaga kerja murah, tetapi justru melahirkan kalangan cendekiawan yang kemudian memimpin usaha melawan kolonialisme Belanda. Mereka yakni Sutomo, Suardi Suryaningrat, Soekarno, Moh. Hatta, Sahrir, dan lain-lain. Karena perjuangan melalui organisasi terbaru menerapkan tata cara kaderisasi, maka meski pemimpin tertangkap dan dipenjara, perlawanan tetap berlanjut.

3.  Sebelum kala ke-20 perjuangan berbentuk perlawanan fisik, melalui peperangan. Pertempuran secara frontal menimbulkan banyak korban jiwa bagi kedua pihak. Sesudah periode ke-20 perjuangan lewat organisasi pergerakan nasional. Upaya meraih kemerdekaan dikerjakan dengan cara-cara modern, contohnya melalui media massa, demo, pemogokan buruh/pegawai, atau mengantarkan wakil-wakil di dewan rakyat (volksraad), serta menggalang pemberian politik dari dunia luar.

4.  Sebelum abad ke-20 perlawanan berpusat di desa-desa atau di pedalaman sebab kota-kota yang ialah sentra perniagaan dikuasai Belanda dan didirikan benteng. Sesudah periode ke-20 pusat usaha di kota-kota. Organisasi pergerakan yang berkedudukan di kota-kota besar melaksanakan kritik, agitasi massa, dan menentang banyak sekali kebijakan pemerintah kolonial Belanda.


Posted

in

by