Tips Menginterpretasikan Baum Tree Test Atau Tes Menggambar Pohon

Tips menginterpretasikan BAUM Tree test atau Tes Menggambar pohon


Sebelumnya telah dibahas perihal salah satu psikotes dalam melamar kerja adalah Baum Test atau tes menggambar pohon.Dalam tes ini anda akan diminta menggambarkan sebuah pohon di secarik kertas HVS. Biasanya lagi instruksinya mirip ini :


“Nanti anda akan saya beri peran yang berkaitan dgn menggambar. Tetapi kerabat tdk perlu merasa cemas. Gambar yg anda buat tdk akan dinilai baik-buruknya. Yang penting anda mengikuti arahan yang aku berikan !”

“Gambarlah suatu pohon berkayu, kecuali pohon jenis :

  1. Perdu
  2. Pinus / cemara
  3. Palma / kelapa
  4. Bambu
  5. Beringin
  6. Randu
  7. Pisang
  8. Rumput-rumputan

Setelah itu tuliskan nama pohon di bawah gambar pohon yang anda buat tersebut.”

Anda diberikan waktu 5 hingga 15 menit untuk mengerjakannya.

Mengapa harus pohon?
Pohon mempunyai karakteristik yang nyaris sama dengan manusia. pohon terus tumbuh dan meningkat , dan untuk itu pohon membutuhkan masakan dan minuman.Pohon juga memiliki arti yang sungguh penting bagi insan. Oleh karena itulah maka tes ini menggunakan aksara pohon.

Terus bagaimana rahasianya?
Beberapa orang sudah membongkar diam-diam tes ini. Hasilnya juga cukup bermacam-macam. Dengan melalui beberapa pendekatan, maka mampu diambil kesimpulan seperti berikut:

LETAK POHON
Letak Pohon di Kiri : mengambarkan introversi (sikap kepribadian seseorang yang condong menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri).
Letak Pohon di Kanan : menerangkan ekstroversi (sifat kepribadian seseorang yang lebih mengamati orang lain).
Letak Pohon di Atas : menandakan anda hidup dalam dunia hayalan atau fantasi.
Letak pohon di Bawah : selalu merasa rendah dalam lingkungan sosial.
Letak Pohon di Tengah : Balance.

UKURAN POHON
Ukuran pohon yang terlalu kecil : diinterpretasikan kurang yakin diri.
Ukuran pohon yang terlalubesar : diinterpretasikan arogan, sombong atau mau menang sendiri.

GAMBAR DAUN
Gambar daun-daun atau ranting yang berguguran mengindikasikan tidak bahagia, ingin keluar dari suasana kini yang menyedihkan atau menyakitkan.
Bentuk daun yang keriting dan gelap diinterpretasikan seseorang menyembunyikan sesuatu atau merasa bersalah.

Hal-Hal Lain
Penggambaran duri atau bentuk-bentuk dahan atau ranting yang mirip pisau diinterpretasikan pada kasar, brutal, suka murka, temperamental.

Bentuk dahan atau ranting yang terbuka seperti pipa diinterpretasikan mudah dipengaruhi orang lain.

Penggambaran dahan dan ranting yang terlalu banyak dan berbelit-belit diinterpretasikan memiliki fatwa bingung, tidak dapat bekerja secara sistematis.

Penggambaran buah umumnya diinterpretasikan seseorang yang ingin dilihat kemampuannya, ingin prestasinya senantiasa dilihat orang lain, mempunyai kemampuan dalam memperhatikan sesuatu, tidak tahan dalam bekerja.

Gambar pohon di atas bukit diinterpretasikan autisme, merasa diri terpencil, menyendiri dalam pergaulan.Bagian-bab pohon yang dihasilkan
Bagian-bagian pohon mencakup mahkota, batang, dahan, stem basis, dan akar. Penjelasan dan interpretasi per bab pohon ialah selaku berikut

1. Mahkota
Mahkota merupakan bab pohon yang melingkupi sebuah area dan pusatnya di atas batang yang dikelilingi masa dahan dan daun-daunan.Mahkota ialah bagian pohon yang tidak stabil, gampang gugur dan berumur pendek.Mahkota terdiri atas daun, bunga, dan buah.Mahkota menunjukkan tentang kemauan penerima tes untuk berafiliasi dengan lingkungan sosialnya dan terdapat hubungan timbal balik antara dunia luar dengan diri peserta.Interpretasi dari bagian pohon ini dapat dilihat dari bentuk, ukiran, dan daun.

2. Batang Pohon

Batang ialah sentra dan berperan selaku penyeimbang kanan dan kiri.Fungsi batang yaitu menopang, pengangkut sari makanan.Batang mencerminkan perkembangan psikologis, perasaan dari dorongan dasar, talenta instingtif dan penyaluran dari dorongan tersebut. Dengan kata lain, batang merepresentasikan kekuatan ego seseorang, utamanya pada permukaan batang, dan bayang dimensi. Batang pohon mampu berbentuk batang yang terbuka di atas dan dihasilkan oleh adanya dahan-dahan yang menempel pada dua garis.Hal ini mengindikasikan adanya sebuah vitalitas.Selain itu, terdapat pula pohon yang belum selesai digambar, yang memberikan adanya tingkah laris berhenti di tengah jalan sebelum mencapai tujuan. Dengan kata lain, akseptor tes punya kecenderungan tidak menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai. Interpretasi batang pohon yang digambar oleh peserta tes ialah sebagai berikut.

a) Batang pohon yang lebar. Artinya kuat, yang dijadikan sandaran yang kuat untuk beban yang kuat. Maksudnya, penerima tes punya pribadi yang kuat dalam menghadapi dengan cobaan , sabar menghadapi hidup, damai, dan tidak mudah murka.

b) Batang pohon yang ramping. Batang pohon yang digambar ramping tidak memerlukan banyak ruang di kertas. Interpretasinya, bahwa akseptor tes punya sifat gampang bergaul, berempati, dan punya kepekaan untuk menuju arah yang lebih baik.

c) Batang pohon yang digambar dengan cabang di puncak. Puncak pohon yang bercabang sungguh rentan patah ketika tertiup angin. Artinya, akseptor tes seringkali menemui dilema dalam memilih pilihan yang penting.

3. Dahan

Dahan merupakan bab yang tidak kalah penting seperti halnya batang, karena fungsinya juga berperan seperti batang yaitu menopang dan pengangkut sari kuliner.Cabang atau dahan memperlihatkan pengorganisasian kepribadian dan kesanggupan individu untuk memperoleh kepuasan dari lingkungan sekitar.Dalam tes menggambar pohon, ada dahan yang berupa pipa dan dahan selang-seling bentuk pipa. Dahan yang mirip ini menawarkan akseptor tes merupakan orang yang mudah dipengaruhi oleh orang lain. Sementara dahan selang-seling berbentuk pipa merupakan dahan yang seolah-olah terpotong dan terpancar seakan-akan berhamburan yang menawarkan struktur dahan dalam sebuah mahkota daun-daun.Karakteristik dahan tersebut memberikan peserta tes mempunyai banyak cita-cita namun tidak tahu prioritas yang utama sehingga terkesan kabur.Selain hal tersebut, penerima tes memungkinkan untuk menggambar pohon dengan sedikit cabang atau banyak cabang.Pohon yang bercabang banyak mengambarkan pribadi yang ekstrovert. Hal ini bermakna peserta tes punya kemampuan komunikasi yang bagus dengan dunia luar sehingga beliau punya jaringan yang besar. Sementara pohon yang sedikit cabang mengambarkan peserta tes berkepribadian introvert atau individualis, mandiri, dan senang dengan sedikit teman.

4. Pangkal pohon (stem basis)

Pangkal pohon berada erat akar, kaku, dan tidak mampu bergerak.Pangkal pohon menginterpretasikan bentuk dorongan dasar dari kehidupan seseorang dan arah penyalurannya.Pangkal pohon memberikan adanya korelasi seseorang dengan lingkungan sekitar.Hal ini juga menawarkan adanya bentuk-bentuk komunikasi.Berbagai bentuk gambar pangkal pohon yang diilustrasikan akseptor tes mencakup sebelah kiri pangkal pohon lebar, sebelah kanan lebar, sebanding kanan-kiri, tidak ada pangkal pohon, dan pangkal pohon terlalu besar.

5. Akar

Akar ialah bagian pohon yang paling dasar.Akar berperan sebagai sumber kehidupan yang tidak terlihat dari luar.Fungsinya menghisap makanan dari bumi.Akar menghunjam ke dalam tanah dan berpegang pada tanah.Akar diinterpretasikan selaku dorongan bawah sadar (id), kebutuhan dari hawa nafsu, dorongan impuls dasar (basic instink), impian fisik dan perilaku pasif.Bila penerima tes menggambar akar tidak terlihat memperlihatkan sesuatu yang wajar .Bila akar digambar dengan terlihat , memberikan belum tercapainya kedewasaan, sedang mencari pegangan, dikendalikan oleh kekuatan tidak sadar (hawa nafsu), kurangnya perjuangan dan kemauan, konservatif, dan sungguh sukar melepaskan dirinya dari duduk perkara yang dihadapi.Kecenderungannya pada anak-anak, gambar akar yang dibentuk diinterpretasikan normal. Berbagai bentuk akar yang digambar peserta tes mampu berbentuk: akar tertutup, akar tunggal, akar dobel, akar berbelit-belit, akar nampak pada permukaan tanah, dan akar terbuka. Selain itu, gambar pohon dengan akar memberikan bahwa penerima tes punya perilaku bertanggungjawab.Ia suka bersikap kongkret, menggunakan akal sehat dalam menjalani hidup, dan memiliki korelasi yang kuat dalam keluarga, rumah dan karier.Sementara gambar pohon tanpa akar memberikan bahwa penerima tes bersikap mampu berdiri diatas kaki sendiri.Ia lebih senang melakukan sesuatu secara mandiri daripada melakukan pekerjaan dengan orang lain. Ia tipe yang fleksibel, impulsif, gampang bergaul, dan bahagia dalam kondisi apa pun.

c. Bayangan (shading)

Dalam menggambar pohon, penerima tes kadang-kadang menciptakan bayangan.Beragam bentuk bayangan yang dapat digambar meliputi tiga dimensi, terarah arsirannya, tidak terarah arsirannya, banyak arsiannya dan kotor, dan coretan di luar gambar.

d. Penghapusan

Penghapusan yang dikerjakan peserta tes dalam menggambar pohon juga menginterpretasikan suatu keadaan.Sedikit atau ada peniadaan menawarkan adanya kecemasan, bingung, kecenderungan neurotis pada pertentangan, dan regresi.Penghapusan yang sangat banyak menginterpretasikan ketidakmampuan memutuskan sesuatu dan ketidakpuasan diri.
e. Kriteria-tolok ukur khusus
Ketika menggambar pohon, penerima tes acap kali menggambar dengan standar khusus, antara lain sebagai berikut.

1. Pohon yang berbuah

Buah merupakan hasil yang timbul pada pohon dari proses yang lama. Buah diartikan sebagai sebuah hasil simpulan yang kadang-kadang menguntungkan alasannya adalah berguna bagi makhluk hidup lain. Buah diartikan juga suatu kematangan. Alasan menggambar buah pada dewasa yaitu impian untuk secepatnya menikmati, menghapus proses kematangan alasannya ingin mendapatkan hasil dan secepatnya menerima kesuksesan. Remaja juga tak ingin menanti karena tidak ada keuletan sehingga gampang berubah-ubah dalam penilaian sesaat.Selain itu, penggambaran buah menawarkan bahwa peserta tes ingin memperlihatkan kemampuannya, prestasinya ingin dilihat orang lain, punya kemampuan dalam mengamati sesuatu, dan tidak ada daya tahan melakukan pekerjaan .

2. Pohon yang dikelilingi pagar

Peserta tes kadang-kadang menggambar pohon disertai dengan pagar di sekelilingnya. Hal ini menunjukkan bahwa:
a) Peserta memerlukan rasa aman alasannya adalah adanya perasaan tidak aman
b) Kebutuhan untuk dibimbing
c) Tidak ada kemandirian
d) Tidak ada iman diri
e) Mencari dan memerlukan derma

3. Pohon dengan kembang-kembang

Pohon dengan kembang-kembang menunjukkan bahwa:
a) Peserta tes mempunyai kepakaan terhadap sebuah keadaan
b) Menikmati sebuah insiden, tetapi juga gampang melupakannya
c) Peserta tes punya sikap narsis

4. Daun yang digambar secara mendetail

Daun yang digambar secara mendetail mempunyai bagian aktual dan negatif.
a) Unsur kasatmata memperlihatkan adanya talenta/kemampuan untuk memperhatikan
b) Unsur negatif memperlihatkan perilaku kekanak-kanakan tetapi dalam cara mengamati dunia sekitarnya secara naïf. Ia gampang kecewa dan bangga atas hasil yang dicapai.

5. Pohon dengan daun-daun yang jatuh

Peserta tes yang menggambar pohon dengan daun-daun yang jatuh mengindikasikan bahwa ia gampang melepaskan sesuatu dan mampu mengekspresikan diri dengan gampang serta mempunyai perasaan yang halus dan peka.

6. Pohon berdaun rindang

Pohon yang berdaun rindang mengindikasikan bahwa peserta tes seorang yang ahli dalam melakukan banyak sekali peran secara tolong-menolong.Daun melambangkan inspirasi sehingga daun yang rindang/banyak pertanda seseorang yang suka melakukan banyak sekali proyek secara tolong-menolong.Ia suka menawarkan estetika dan ingin selalu menampilkan diri yang bagus.

7. Pohon dengan sedikit daun

Pohon yang digambar dengan sedikit daun memberikan penerima tes punya sedikit minat atau kesukaan dalam bidang tertentu namun sungguh bergairah untuk mengerjakannya.Ia paham keistimewaan dirinya dan berusaha menyebarkan talenta semaksimal mungkin.

8. Pohon dengan sarang burung dan telur burung

Pohon yang digambar dengan sarang burung dan telur burung menawarkan bahwa penerima tes terlalu berani dalam pergaulan dan memiliki daya humor yang tinggi meski kadang-kadang sinis.

9. Gambar binatang di sekeliling pohon, kecuali ulat

Gambar hewan di sekitar pohon menunjukkan penerima tes sedang menimbang-nimbang kepentingan orang lain di luar kepentingan dirinya sendiri.

10. Pemandangan alam

Peserta tes yang menjadikan panorama alam selaku tema utama dalam menggambar menunjukkan bahwa beliau merasa terancam dari dunia luar, sering termenung, depresif, tak memiliki motivasi, adanya kecemasan, dan merasa pesimis.

11. Pohon yang digambar di atas pangkal batang

Gambar pohon di atas pangkal batang memperlihatkan bahwa penerima tes detachmentdari kenyataan dan pada dikala yang serupa terpisah dari kenyataan. Selain itu, dia punya cita-cita yang susah dicapai dan hidupnya tersendiri.

12. Dasar pohon terbentuk dari pangkal dan akar

Peserta tes kemungkinan dapat menggambar dasar pohon yang terbentuk dari pangkal dan akar. Hal ini menunjukkan bahwa beliau tidak memiliki self consciousness dan tidak bisa melihat sesuatu secara objektif.

13. Pohon dengan garis miring

Peserta tes kerap kali juga menggambar pohon dengan garis miring. Gambar tersebut memberikan bahwa dia punya perilaku hati-hati, tidak mudah percaya pada orang lain, tidak mau beradaptasi, tidak yakin, stabilitas lemah, kemauan lemah, dan perasaan tidak aman.

14. Gambar pohon berupa segitiga

Gambar pohon berbentuk segitga memberikan bahwa penerima tes punya orientasi pada hal yang rincian, gigih, dan bersusah payah untuk meraih harapan.

15. Bagian atas pohon yang membulat

Peserta tes yang menggambar bab atas pohon yang membulat mengambarkan bahwa beliau suka menyaksikan situasi secara keseluruhan, tertarik pada detail, menghargai orang lain, daerah dan hal untuk kesan yang diciptakan, dan condong tidak tergesa-gesa menganggap seseorang tanpa adanya fakta yang benar.

16. Pohon di atas bukit

eserta tes yang menggambar pohon di atas bukit memperlihatkan bahwa beliau punya kepribadian autisme, merasa terkungkung atau terkucilkan, suka menyendiri dalam pergaulan, adanya perasaan insecure, dan terasing.

Psikotes ini umumnya digunakan bersama-sama dengan psikotes CFIT dan juga IST untuk tes rekrutmen tenaga kerja. Silahkan klik disini untuk menyaksikan paket psikotes sukses melamar kerja